Saling Rebut saat Pembagian Bantuan Sembako

KRESEK-SNOL Pembagian bantuan korban banjir berupa sembako dari Ketua Umum Jaringan Santri Indonesia (JSI) sekaligus Ketua DPR RI Marzuki Ali ricuh. Pembagian sembako itu terjadi di Desa Renged, Kecamatan Kresek, Kabupaten Tangerang yang berbatasan dengan wilayah Kecamatan Benuang, Kabupaten Serang.
“Ini adalah kegiatan sosial, yang sifatnya relawan. Jadi, untuk bantuan sendiri bukan diambil dari anggaran pemerintah. Dan, kegiatan sosial ini kami lakukan di beberapa daerah yang terkena bencana banjir. Seperti di wilayah di DKI Jakarta, dan sekitarnya,” ungkap Marzuki Ali sebelum meninggalkan Posko Banjir milik JSI , Senin (21/1).
Bantuan yang diberikan melalui sistem kupon tersebut dibagikan oleh Panitia Posko JSI di Pondok Pesantren (Ponpes) Daar El Quro, Desa Renged setelah secara simbolis Marzuki Ali memberikan bantuan kepada warga korban banjir. Saat pembagian kupon berlangsung, terjadi saling rebut. Akibatnya, banyak dari ribuan warga yang mengantri sejak pukul 09.00 WIB mengaku tidak kebagian kupon.
Bayah, nenek berusia 70 tahun mengaku sudah menunggu sejak pukul 9:00 Wib. Namun, sampai pukul 13:00 Wib, dia mengaku tidak kebagian kupon. “Mau ikut-ikutan berebut seperti warga yang lain, usia saya kan sudah tua, tidak kuat,” katanya.
Panitia pembagian kupon bantuan korban banjir dari Posko JSI Ponpes Daar El Quro menjelaskan, pihaknya sudah menyiapkan 1500 kupon. Namun ketika hendak membagikan kupon tersebut, dia mengaku kewalahan, karena massa menyerobot dan merebut kupon tersebut. “Kupon ditangan saya dibuat rebutan warga,” ucapnya.
Sementara, salah seorang anggota DPRD Provinsi Banten yang hadir dalam acara tersebut, Ahmad Muzaki menilai pemerintah Provinsi Banten kurang perhatian terhadap korban banjir di wilayah Kabupaten Tangerang.
”Wilayah Kecamatan Kresek ini kan bagian dari wilayah Provinsi Banten. Masak iya, sudah di hari yang ke 13 pasca banjir, gubernur atau tim dari Pemerintah Provinsi Banten belum mengunjungi rakyatnya yang jadi korban banjir. Dan sejauh ini, bantuan justru banyak mengalir dari ormas, dan organisasi partai politik. Untuk wilayah Kabupaten Tangerang, Kecamatan Kresek merupakan wilayah yang paling parah diterjang banjir,” paparnya. (pramita/ jarkasih/deddy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.