50 Persen PAD Parkir 2012 Diduga Bocor

SERPONG,SNOL Omset pendapatan asli daerah (PAD) dari parkir yang tidak sampai Rp5 miliar tahun 2012 lalu disinyalir terjadi karena mengalami kebocoran hingga 50 persen.
Sinyalemen itu diungkapkan Lumbung Informasi Rakyat (Lira) Tangsel karena lemahnya pengawasan yang dilakukan dinas terkait. Walikota Lira Tangsel, Imam Darmadi mengatakan hasil investigasinya soal parkir mendapati beberapa indikasi kebocoran PAD. Hanya ada 96 titik parkir dalam gedung (off street) yang legal, sedangkan sisanya dari total 202 titik parker ilegal. “Yang kami awasi yang berizin saja. Dari situ saja sudah terjadi kebocoran,” katanya, akhir pekan lalu.
Menurut Imam, faktor yang menyebabkan bocornya pajak parkir dalam gedung, lebih pada minimnya pengawasan yang dilakukan pemerintah. Sebab, gerakan gencar penertiban parkir yang sedang dilakukan Satpol PP dan Dishubkominfo saat ini saja masih diakali oleh pengelola parkir.
“Kami bisa bilang pegawasan parkir lemah. Sebab, saat ini saja, saat Satpol PP melakukan penertiban, sudah kami menemukan adanya kecurangan parkir yang terjadi. Seperti di Pasar Modern BSD, Rumah Sakit Bintaro, dan Ruko Sentra Menteng, meski mereka disegel, ada jasa yang tetap menarik parkir dengan menggunakan kartu parkir manual,” tandasnya.
Atas temuan ini, pihaknya berharap, kegiatan penertiban yang dilakukan Satpol PP dilaksanakan tuntas. “Momentum penertiban ini harusnya jadi sarana bagi pengelola parkir untuk lebih taat aturan dan wahana pembenahan sistem perizinannya juga. Jangan sampai, penertiban tetap membuahkan kebocoran yang dampaknya bisa sangat buruk pada PAD Tangsel,” imbuhnya.
Fakta lain yang ditemukan Badan Pelayanan Perizian Terpadu (BP2T) Tangsel pascapenertiban parkir dalam gedung, tidak banyak parkir ilegal yang sudah diurus izinnya. Sebab, dari wajib parkir dalam gedung sebanyak 202, hingga pekan terakhir bulan Januari 2013 lalu, baru 36 yang mengajukan izin.
“Kalau yang sudah dikeluarkan ada 16,” ucap Dadang Sofyan, Kepala BP2T Tangsel.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Uus Kusnadi mengatakan, dinas yang berkewajiban menarik pajak parkir dalam gedung memang sedang memaksimalkan pendapatan pajak parkir dalam gedung menjadi Rp8 miliar tahun ini. Dia juga berharap, penertiban saat ini bisa jadi bahan evaluasi semua pihak yang berkaitan dengan parkir.(pane/gatot)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.