Tak Dipinjami Uang, Sales Obat Cekik Dokter

SERPONG,SNOL Entah nekat atau putus asa, SBC (36) yang berprofesi sebagai sales obat mencekik dokter Nurlely Banjar, warga perumahan BSD, Blok K/1 Sektor 1, setelah tidak diberi pinjaman uang untuk modal usaha.
Beruntung, aksi tersebut berhasil digagalkan petugas keamanan perumahan sehingga sang dokter selamat dari pembunuhan.
Kapolsek Serpong Kompol Leganek Mawardi mengatakan, peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu (2/2) lalu. Tersangka yang juga warga Kecamatan Cipondoh, datang ke rumah dr. Nurlely Banjar di Perumahan BSD, Blok K/1 Sektor 1, RT 04/04, Kelurahan Rawa Buntu Kecamatan Serpong. Saat itu, kata Leganek, kedatangan tersangka ke kediaman korban dengan tujuan akan meminjam uang kembali.
“Sebelumnya, tersangka memiliki utang sebanyak 150 juta kepada korban. Kemudian, dia datang untuk kembali meminjam uang kepada korban. Tapi korban menolaknya dan mendesak tersangka mengembalikan uangnya yang dipinjam,” kata Leganek, Senin (11/2).
Karena tersinggung atas penolakan korban, tersangka langsung berusaha menutup mulut korban dengan lakban yang sudah dipersiapkan dari rumahnya. Korban didorong ke sofa dan lehernya dicekik. Namun korban masih bisa berteriak meminta tolong.
“Teriakan korban terdengar petugas keamanan setempat. Mereka langsung datang ke rumah dan menangkap tersangka kemudian diserahkan ke Polsek Serpong,” ujarnya. Dari hasil pemeriksanaan terhadap kendaraan yang digunakan tersangka, polisi menemukan pisau daging, masker, sarung tangan dan plat nomor mobil palsu.
“Kami menduga alat-alat tersebut dipersiapkan untuk melakukan tindak kriminal kepada korban. Untungnya, upaya itu berhasil dicegah petugas keamanan setempat,” papar Leganek. Sementara tersangka SBC mengaku tidak berniat membunuh korban. Dia hanya ingin meminjam uang karena usaha distribusi obatnya bangkrut.
“Saya tidak mau membunuhnya cuma memberi pelajaran. Saya minta pinjaman modal baik-baik tapi tidak dikasih. Sebaliknya dia malah memaki saya,” elaknya.
Akibat perbuatannya, pelaku mendekam di tahanan Polresta Tangerang. Selain itu, juga terancam jeratan pasal 338 KUHP jo pasal 53 KUHP tentang dan pasal 2 ayat 1 UU darurat no 12/1951, subsider pasal 351 KUHP lebih subsider pasal 335 KUHP dengan ancaman lima tahun kurungan penjara. (pane/gatot)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.