Tersangka Narkoba 2 Kg Ngaku Urus Paket Teman

BANDARA,SNOL Badan Narkotika Nasional (BNN) kembali membongkar pengiriman Narkoba internasional. Tak tanggung-tanggung, petugas BNN menemukan barang bukti dengan berat sekira 2.546,1 gram yang dikiririm dari India melalui Bandara Soekarno-Hatta.
Pembongkaran kasus ini bermula atas kecurigaan petugas Bea dan Cukai Bandara Soekarno Hatta,  sebab paket kiriman yang berasal dari India, Rabu (30/1) beberapa waktu lalu dialamatkan rumah tak berpenghuni di Jalan Pandu IV Blok DD-III, Villa Pamulang, Pondok Benda, Tangerang, Banten.
Petugas BNN pun terus melakukan control delivery terhadap paket tersebut. Nah, keesokan harinya, sekira pukul 15.00 WIB, seorang berinisial AS (40) menghubungi kantor perusahaan jasa titipan yang mengirim paket dari India. “AS mengkonfirmasi agar paket atas namanya dikirim ke alamat yang tertera,” ungkap Kabag Humas BNN Kombes Pol Sumirat Swiyanto, siang tadi (18/2) di Kantor BNN, Cawang, Jakarta Timur.
Petugas pun menguntit pengiriman paket tersebut. Setiba di kompleks alamat yang dituju, tersangka AS muncul dan menghentikan mobil jasa pengiriman. Dia lantas menanyakan kepada petugas soal paket yang ditujukan terhadap dirinya. “Setelah paket berada di tangan AS, petugas BNN langsung menyergap dan membuka paket di hadapan AS dan diketahui berisi kristal beningg dengan berat dua kilogram lebih,” tuturnya.
Lanjut Sumirat, setelah diperiksa, kristal tersebut positif mengandung methamfetamina atau sabu-sabu. “Sampai sekarang kami (BNN) masih melakukan pengembangan kasus,” katanya.
Ditambahkannya, tersangka AS dikenai pidana penyalahgunaan Narkotika golongan I jenis sabu-sabu, sebagaimana dimaksud Pasal 114. Ayat 2, Pasal 113 ayat 2, Pasal 112 ayat 2 Jo Pasal 132 ayat 1 UU No 35 tahun 2009. “Dengan ancaman hukuman pidanaa mati, pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat enam tahun dan paling lama 20 tahun,” tutup Sumirat.
Tersangka yang menerima paket sabu-sabu dengan berat sekira dua kilogram berkilah tidak mengetahui isi paket tersebut. Hanya dijanjikan fee untuk mengurus paket yang dikirim dari India tersebut. “Ini baru pertama kali juga. Teman saya minta untuk membantu mengurus paket. Nanti kalau sudah selesai baru dikasih fee-nya,” tutur AS (40).
Ia juga mengaku, rumah di Jalan Pandu IV Blok DD-III, Villa Pamulang, Pondok Benda, Tangerang, Banten itu kosong. “Rumah itu memang kosong. Saya mencegat mobil jasa pengiriman di dekat rumah tersebut,” beber AS.
Sementara itu, Kabag Humas BNN Kombes Pol Sumirat Dwiyanto mengatakan, pihaknya masih melakukan pengembangan dan sementara mengejar tersangka lainnya yang merupakan pemilik barang haram perusaka generasi bangsa tersebut.
“Dihimbau juga kepada masyarakat agar mewaspadai modus operandi bandar narkoba yang mengirimkan paket melalui jasa penitipan.Jangan mudah dipengaruhi oleh seseorang tidak dikenal untuk bekerjasama dalam bisnis, dengan cara menggunakan alamat rumah sebagai tempat tujuan pengiriman barang yang tidak jelas isinya,” kunci Sumirat.(ian/jpnn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.