Warga Sekitar TPST Cipeucang Protes Bau dan Pencemaran

CIPUTAT,SNOL Desakan masyarakat agar Pemkot Tangsel segera menyelesaikan persoalan sampah di TPST Cipeucang terus bergulir. Warga merasa bau sampah di lokasi pembuangan akhir itu sudah tidak bisa ditolelir.
Pernyataan itu didengungkan puluhan warga Serpong dan Setu yang didampingi Lembaga Pedampingan Masyarakat (LPM) TPST Cipeucang, saat pertemuan dengan DPRD Kota Tangsel di ruang rapat gabungan DPRD, Kamis (21/2).
“Limbah sampah harusnya dikelola dengan baik. Sehingga, limbah tidak mencemari lingkungan dan sungai Cisadane. Ini, warga sudah mengeluh berkali-kali tidak ada tanggapan,” keluh Endang Sugianto, Ketua LPM TPST Cipeucang.
Saat ini, warga masih belum melakukan niatnya menutup paksa TPST Cipeucang lantaran masih percaya pemerintah bisa mengentaskan masalah yang ada di lahan seluas 2,5 hektar tersebut. “Setelah ini, kalau tidak secepatnya dilakukan pembenahan, kami akan tutup paksa,” imbuhnya.
Menurut Endang, sumber bau yang timbul di TPST Cipeucang, karena sistem pengelolaannya masih menggunakan sanitary landfill. Saat ini, karpet untuk sanitary landfill tersebut didapati dalam keadaan bocor. “Kebocoran ini yang membuat pencemaran lingkungan,” tandasanya.
Nurdin, Ketua RT.06/06, Kelurahan Serpong menambahkan, pihaknya juga mengeluhkan semakin tidak terurusnya TPST Cipeucang. Dimana, janji penertiban, janji penghilangan pemulung, tidak terealisasi. Sebaliknya, pemulung masih banyak, dan tumbuh liar di TPTS Cipeucang. “Mana janji pengelolaan yang modern. Tidak ada,” keluhnya.
Ketua Komisi IV DPRD Kota Tangsel Gacho Sunarso mengaku sudah menekan Pemkot Tangsel untuk segera menuntaskan permasalahan limbah cair yang mencemari lingkungan warga. “Kami sudah tekankan pada Pem-kot. Kami tidak omdo (omong doang),” katanya yang kemudian mengikuti warga menuju TPST Cipeucang untuk menyaksikan sendiri kondisinya.
Kepala DKPP Tangsel Muhammad Taher menyampaikan, dalam jangka pendek ini pihaknya akan menambah urukan tanah untuk menimbun sampah. Agar, jika hujan datang, rembesan air tidak lagi menimbulkan bau. “Kami akan selesaikan masalah bau ini dalam jangka pendek. Sedangkan masalah lainnya yang berkitan akan kami selesaikan dalam jangak menengah dan jangka panjang. Sementara soal bau dulu yang kami selesaikan,” tegasnya.
Untuk jangka menengah, pihaknya akan melengkapi sarana dan prasarana pendukung pengelolaan sampah di TPST Cipeucang. Dimana, dimulai dengan pembebasan lahan hingga 7 hektar untuk tahun ini, dan total 10 hektar untuk tahun mendatang. “Anggarannya sudah ada untuk pembebasan lahan. Untuk sarana dan prasarana penunjang, akan kami usulkan saat perubahan anggaran nanti,” singkatnya.
Sementara Kepala BLHD Kota Tangsel Rahmat Salam menjelaskan, dalam jangka sepekan mendatang, TPST Cipeucang akan dihijaukan dengan pepohonan. “Kami akan siapkan bibit pohon. Pekan depan kami akan melakukan aksi penanaman pohon di TPST untuk meminimalisir pencemaran,” kata pria tambun tersebut. (pane/deddy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.