WH Ancam Nonjobkan PNS Tak Netral

TANGERANG, SNOL Ini warning buat pegawai negeri sipil (PNS) di lingkup Pemkot Tangerang. Walikota Wahidin Halim mengancam bakal memberi sanksi tegas kepada pejabat atau PNS yang terlibat politik praktis dalam pemilihan walikota dan wakil walikota (Pilwakot) Tangerang 2013.
Tidak main-main, WH, panggilan akrab Wahidin Halim, siap menonjobkan alias membebastugaskan pejabat atau PNS yang ketahuan berkampanye aktif atau menjadi tim sukses salah satu calon. “Kalau ketahuan, tanpa ampun. Langsung saya nonjobkan!,” tegas Wahidin Halim saat ditemui Satelit News di kediamannya kawasan Gang H Djiran, Pinang, Kota Tangerang, Selasa (26/2).
Dikatakan Ketua DPD Partai Demokrat Provinsi Banten ini, non job yang dimaksud adalah bukan pemecatan seseorang dari status PNS-nya, melainkan dibebas tugaskan dari pekerjaan dan haknya selama di Pemerintahan Kota Tangerang. Sanksi tersebut, kata Wahidin, sudah sesuai peraturan yang ada, bahwa seorang PNS dilarang mengikuti apalagi terlibat aktif sebagai tim sukses pilkada.
Meski demikian, Wahidin tidak melarang PNS untuk mendukung salah seorang calon tersebut secara hati nurani. “Kalau itu sih hak mereka. Nantikan mereka juga yang akan pergi ke TPS, nyoblos, dan memberikan hak suara mereka. Jangan sampai golput,” terangnya.
Bagaimana dengan penggunaan fasilitas negara yang dipakai oleh bakal calon dari kalangan pejabat Pemkot Tangerang yang ingin maju di perhelatan demokrasi lima tahunan itu? Wahidin juga menegaskan akan menindak tegas jika fasilitas negara digunakan untuk kepentingan pencalonan.
Untuk diketahui, beberapa pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Tangerang yang mencalonkan diri dalam Pilkada Walikota diantaranya Sekretaris Daerah Harry Mulya Zein, Wakil Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah, Kepala Dinas Pemuda Olahraga, Budaya dan Pariwisata (Dispdbudpar) Gatot Suprijanto, dan Dirut PDAM Tirta Benteng Ahmad Marju Kodri.
Partai Mulai Jaring Calon
Sejumlah partai politik di Kota Tangerang terus “bergerilya” mencari bakal calon yang akan diusungnya pada Pilwakot 2013 mendatang. Partai Hanura bahkan sudah memasuki tahap pemaparan visi misi kandidat. Dari lima kandidat yang mendaftar, empat diantaranya sudah me-nyampaikan visi misinya di hadapan fungsionaris Hanura. “Kami sudah memanggil empat dari lima calon untuk memaparkan visi misinya. Satu lagi minggu depan,” ujar M Nurdin Madjid, Wakil Ketua DPC Hanura Kota Tangerang.
Setelah semua selesai, Tim Lima DPC Hanura Kota Tangerang, akan mengirimkan nama tersebut ke DPP Hanura. “InsyaAllah pada akhir Maret, Hanura sudah menyebutkan siapa nama yang akan diusung,” ucap Nurdin.
Partai Demokrat Kota Tangerang juga mulai membuka pendaftaran dalam rangka penjaringan bakal calon walikota dan wakil walikota. Di hari pertama pendaftaran, kemarin, dua nama sudah mengambil formulir. “Sudah ada Harry Mulya Zein dan Umar Lubis yang mengambil formulir,” kata H Baihaki, Plt Ketua DPC Demokrat Kota Tangerang.
Menurut mantan jurnalis handal ini, Partai Demokrat tidak mengenakan biaya pendaftaran bagi siapapun yang ingin mendaftar di partai berlambang bintang mercy ini. “Gratis. Dan siapapun bebas untuk mendaftar di Demokrat. Kami juga akan melakukan survei untuk menentukan siapa yang akan kami usung nanti,” katanya.
Sementara itu, di PDI Perjuangan, lima dari 14 bakal calon walikota dan wakil walikota yang mengambil formulir dinyatakan mengundurkan diri. Hal ini karena kelimanya tidak mengembalikan formulir pendaftaran hingga batas waktu yang telah ditentukan. “Hanya sembilan orang yang mengembalikan,” kata Hendri Zein, Ketua DPC PDIP Kota Tangerang, Selasa (26/2).
Kesembilan orang tersebut, yakni Harry Mulya Zein, Sri Nurhayati, Deddy S Gumelar, Arief R Wiesmansyah, Gatot Suprianto. Mereka mendaftar sebagai bakal calon walikota. Sedangkan untuk pendaftar bakal calon wakil walikota, yakni Budi Kristanto, Suryadi Syarif, Berantio, dan Marinus Gea.
Dikatakan Hendri, kesembilan bakal calon itu akan melakukan feet and proper test tingkat kota pada tanggal 1-2 Maret. Kemudian feet and proper test tingkat provinsi pada 4-6 Maret. Dan tanggal 8 Maret hasil feet and proper test tersebut akan dikirimkan ke pusat. “Kami targetkan minggu kedua April, sudah keluar dua nama atau satu pasang yang akan diusung PDIP,” tandas Hendri. (pramita/deddy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.