Anggaran Diblokir, PTN Talangi Beasiswa Bidik Misi

JAKARTA,SNOL Diblokirnya anggaran Kemendikbud menimbulkan masalah. Banyak mahasiswa penerima beasiswa pendidikan mahasiswa miskin (bidik misi) keleleran karena beasiswanya belum cair.

’’Laporan ini saya terima langsung dari masyarakat dan universitas,’’ kata Irjen Kemendikbud Haryono Umar, akhir pekan kemarin.
Menurutnya, beasiswa bidik misi idealnya tidak boleh terputus pengucurannya. Sebab, ada sebagian dari unit cost bidik misi yang diberikan langsung ke mahasiswa untuk biaya hidup sekitar Rp 500 ribu per bulan.

’’Laporan yang masuk ke saya, ada mahasiswa bidik misi yang akhirnya bekerja sampingan untuk mencari uang biaya hidup,’’ ujar mantan salah seorang pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu.

Haryono mengatakan, seluruh penerima beasiswa ini adalah mahasiswa dari keluarga miskin. Mereka benar-benar menggantungkan biaya hidup dari kucuran beasiswa itu. Beruntung ada beberapa perguruan tinggi negeri (PTN) yang berinisiatif menalangi uang beasiswa itu. ’’Utamanya untuk cost biaya hidup,’’ katanya.

Dia mengingatkan PTN supaya menyimpan dengan rapi setiap bukti penyaluran bidik misi yang mereka talangi. Dana talangan dari kampus untuk mahasiswa bidik misi masih bisa ditoleransi. Sebab, hal itu terkait dengan masalah kemanusiaan.

Namun, untuk sektor lainnya, Haryono meminta PTN tidak menalangi dulu. Seperti untuk biaya pengembangan kampus dan proyek-proyek fisik sejenisnya. Hal itu karena belum ada jaminan uang untuk pengembangan kampus dan proyek-proyek sejenisnya akan dicairkan Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Supaya aman, pengelola PTN diminta menahan dulu pengerjaan proyek-proyek fisik yang anggarannya masih diblokir Kemenkeu.

Sejauh ini hanya anggaran Itjen Kemendikbud yang sudah clear di Kemenkeu. Namun, karena baru dinyatakan clear pada Maret ini, anggaran untuk Januari dan Februari hangus. Di antara anggaran yang hangus adalah untuk perjalanan dinas. Perjalanan dinas ke daerah ini dilakukan untuk pendampingan pelaporan keuangan, akuntabilitas, dan fungsi-fungsi keitjenan lainnya.(wan/ca/jpnn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.