Produsen Tahu-Tempe Ancam Demo

TANGERANG, SNOL Produsen tahu dan tempe di Tangerang mengancam bakal melakukan aksi unjukrasa di gedung DPR RI. Itu dilakukan jika pemerintah tak kunjung mampu menstabilkan harga kedelai.

“Kami sudah sepakat akan bersama-sama melakukan aksi turun ke jalan pada Maret ini jika pemerintah tak mampu menstabilkan harga kedelai. Kalau begini bisa rugi terus kita,” ujar Ketua Forum Pengrajin Tahu Tempe se- Tangerang, Kasabri saat ditemui Satelit News, Minggu (3/3).

Pria yang juga sudah tiga tahun berjualan tempe dikawasan Gondrong Tangerang, ini mengatakan, dirinya beserta 70 produsen tempe lain di Tangerang, terus mengalami kerugian akibat tidak stabilnya harga kedelai tersebut.

“Kami pikir kalau turun sih mustahil, tapi setidaknya stabil lah. Biar kami para produsen bisa memikirkan cara untuk memutar modal. Kalau seperti sekarang sulit, setiap hari harga naik terus yang tentunya menggerus modal kami,” ungkapnya lesu.

Saat ini omset para pengrajin tempe di Tangerang cenderung terus menurun. “Biasanya dalam sehari bisa habis sampai 50 kilogram dengan omset Rp 10 juta. Sekarang paling hanya 35 kilogram per hari dengan omset Rp 7 juta,” tuturnya.

Salah satu tuntutan para produsen tempe dalam aksinya nanti adalah meminta agar pemerintah bisa menstabilkan harga kedelai dengan segera menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) tentang pengelolaan kedelai oleh Bulog, dan bukan lagi oleh importir.

“Tuntutan kami ini semata agar harga kedelai tidak liar. Jadi ada badan pemerintah yang mengontrol. Intinya agar para pengrajin tempe seperti kita ini tidak mati,” ungkapnya.

Sekarang ini harga kedelai yang biasa digunakan untuk membuat tempe dan tahu dengan kualitas rendah berada pada kisaran harga Rp 7.500 per kilogramnya. Sedangkan untuk kedelai dengan kualitas terbaik Rp 7.800 per kilogram.

“Selama ini kedelai yang kami peroleh langsung dari importir. Oleh karena itu harganya tidak stabil dan naik terus,” ungkapnya.
Agar tetap bisa beroperasi, para pengrajin tempe mensiasati kenaikan harga dengan cara mengurangi jumlah produksi atau memperkecil potongan tempe.

“Biasanya satu papan kita potong 6, sekarang bisa sampai 7 potong, dengan harga Rp 23 ribu per potongnya. Itu harga untuk pedagang. Biasanya kalau sampai dipasaran bisa sampai Rp 2.500 hingga Rp 3.000 per potongnya,” tandasnya.(mg5/hendra)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.