Kisah Pelarian Tiga Tahanan Kabur dari Polsek Cikupa ke Jepara

DIOTAKI SOPIR, DIKIRIMI DUA GERGAJI LEWAT MAKANAN

Tiga tahanan Polsek Cikupa, Kabupaten Tangerang, yang kabur dari selnya berhasil ditangkap kembali. Dalam pelariannya, mereka ternyata merencanakan perampokan. Siapa yang membantu ketiganya hingga sukses “memperdayai” aparat?

FAJAR ADITYA, Tigaraksa

Ratapan Eko Wartono, salah satu tahanan yang kabur terlihat dingin saat digelandang petugas Mapolresta Tangerang dengan dipapah karena kedua kakinya ditembak petugas saat mencoba kabur dari sergapan, Minggu (3/3) pagi.  Dua pelaku lainnya M.Toha dan Imron juga meringis kesakitan. Ketiganya dibawa petugas menuju lokasi gelar perkara di halaman Mapolres Kota Tangerang, Senin (4/3).

Ketiga pelaku mengaku berhasil melarikan diri berkat bantuan Agus Wanto (32), seorang tersangka dalam kasus penipuan dan penggelapan saat menjadi sopir ekspedisi tempat kerjanya.
“Agus adalah tersangka yang mendapatkan penangguhan sementara, karena permintaan dari pelapor. Ini sungguh di luar dugaan kami,” kata Kapolres Kota Tangerang Kombes Pol Bambang Priyo Andogo.

Setelah penahannya ditangguhkan, Agus kemudian mengelabui petugas dengan mengirimkan dua gergaji besi yang terbungkus rapat dalam makanan untuk Eko Wartono. Gergaji tersebut diselundupkan melalui makanan, tiga hari sebelum tiga tahanan tersebut kabur dari tahanan Mapolsek Cikupa.

Setelah memperoleh gergaji tu, Eko langsung mengajak Toha dan Imron untuk membantu memotong plafon dengan gergaji besi selama kurang lebih tiga hari. Eko, tersangka yang dikenal sadis ini kerapkali mengancam delapan tahanan lainnya saat mengiris plafon, agar tidak berteriak atau memberi informasi kepada petugas. “Mereka diancam akan dibunuh,” tegas Kapolres.

Eko memang dikenal sadis, ia ditangkap Satreskrim Polres Kota Tangerang pada 4 Januari 2013 lalu, karena terlibat beberapa kasus pembunuhan sopir rental dengan modus berpura-pura merental mobil. Kemudian sopir rental dibunuh dan mayatnya dibuang di beberapa tempat, salah satunya di Rajeg. Sementara M Toha ditangkap Polsek Cikupa pada 30 Januari 2013 karena terlibat kasus penggelapan di perusahaan tempatnya bekerja. Imron ditangkap Polsek Cikupa pada tanggal 24 Januari 2013 karena terlibat kasus pencurian beber-apa unit motor.

Meski di dalam tahanan, Eko dan Agus kerap berkomunikasi melalui handphone setiap malam. Eko mendapatkan handphone dari ibu kandungnya, Hartini saat membesuk yang diselundupkan dalam pakaian.

Nah akhirnya, pada 25 Februari 2013 sekitar pukul 01.30 WIB para tahanan ini berhasil kabur yang dijemput oleh Agus di lapangan belakang Polsek Cikupa dengan mobil rental Honda Jazz warna hitam.

“Kemudian pelaku kabur ke Jepara, namun sebelumnya mampir dulu ke Kudus dan Pati. Tersangka Eko merupakan warga Pati, jadi dia mampir ke rumah untuk bertemu bapaknya bernama Kamid untuk minta uang Rp 5 juta. Tetapi uang itu tidak diberikan karena bapaknya sedang sakit. Jadi modal semua dari Agus dan mereka pegang Rp 2 juta,” tandasnya.

Tidak mendapat uang, Eko mengancam membunuh ibunya jika tidak memberikan uang sebesar Rp 5 juta. Hartini yang takut akhirnya membawa uang yang dimilikinya sebanyak Rp 2,5 juta, dengan melakukan perjalanan ke Pati dari Karawaci. Tanpa disadari perjalannya dikuntit anggota Resmob Polres Kota Tangerang beberapa hari setelah pelarian tersangka dari tahanan.

“Meski sudah ada petunjuk, namun tidak mudah untuk melakukannya karena mobilitas mereka sangat tinggi. Para tersangka bergerak ke Jepara, Pati, Semarang, Kendal dan bahkan Pekalongan. Mereka ini tidak pernah berdiam lama di satu tempat,” imbuh Kasat Reskrim Polresta Tangerang, Kompol Shinto Silitonga.

Akhirnya, polisi menangkap tiga pelaku di Desa Langon Kecamatan Tahunan Kabupaten Jepara, Jawa Tengah pada Minggu (3/3) sekitar pukul 07.00 WIB. Ketiganya ditangkap dalam mobil Avanza warna emas metalik G 9179 DM.

Belakangan diketahui bahwa mobil tersebut dirental oleh para tersangka dari Batang. Ternyata para tersangka sudah berniat untuk menghabisi nyawa sopir rental dari Batang dan menjual mobil rental tersebut untuk mendanai pelarian mereka. Sementara mobil yang mereka gunakan untuk kabur dari Cikupa sudah dibawa pergi yang informasinya dari Pandeglang.

Dikatakan Shinto, selain dikenakan pasal yang sudah ada, ketiga pelaku juga dikenakan pasal tambahan yakni pasal 170 KUHP tentang pengrusakan barang milik negara dengan ancaman hukuman lima tahun penjara. Selain itu, saat ini ia telah mengeluarkan Daftar Pencarian Orang terhadap Agus Wanto karena terlibat dalam pelarian para tersangka tahanan Polsek Cikupa.

Polisi juga akan segera membuat panggilan terhadap Hartini untuk dimintai keterangan tentang masuknya handphone saat Eko ada di dalam penjara, dan ancaman Eko di Pati terkait pemberian uang Rp 2,6 juta dari Hartini ke Eko.

Kapolsek Cikupa Dimutasi

Kaburnya tiga tahanan Mapolsek Cikupa berbuntut dimutasinya Kapolsek Cikupa Kompol Arlon Sitinjak. Dia dimutasi ke Kasi Padal Polda Metro Jaya. “Mutasi ini dalam rangka penyegaran, bukan sanksi, dia pindah juga mendapat tugas baru sebagai kasi Padal. Selain itu, mutasi ini juga bersamaan dengan sejumlah Kapolsek lainnya, seperti Curug, Kresek, Kronjo, Panongan dan lainnya,” kata Kapolresta Tangerang Kombes Bambang Priyo Andogo.

Terkait peristiwa ini sebanyak lebih dari 13 anggota telah diperiksa Propam Polres Kota Tangerang. Hasilnya tidak ada keterlibatan anggota, yang ada hanya kelalaian saat bertugas. “Untuk itu kedisiplinan petugas perlu ditingkatkan,” pungkasnya.(deddy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.