Ayah Tiri Cabul Jalani Tes Kejiwaan

PANDEGLANG,SNOL Amir Mahmud (30), warga Kampung Koranji, Desa Tegal Wangi, Kecamatan Menes, pelaku pencabulan terhadap anak tirinya Mawar (12) siswa kelas 6 SDN di kecamatan setempat, bakal mendapatkan pemeriksaan psikologi.

Pihak kepolisian menduga pelaku memiliki kelainan jiwa dan mental.Kanit Perlindungan Perempuan Dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Pandeglang, Bripka Chaerul Anam mengatakan, pemeriksaan psikologi pelaku tetap dibutuhkan.

”Itu sesuai dengan prosedur yang berlaku. Soal terbukti atau tidaknya pelaku memiliki kelainan, kita lihat nanti,” kata Bripka Chaerul Anam, Rabu (6/3).

Menurut Chaerul, secara nalar, seorang lelaki yang dewasa dan normal tidak akan semudah itu memiliki hasrat nafsu terhadap anak dibawah umur. Sehingga, apa yang dilakukan Amir merupakan prilaku lelaki diluar batas dan sudah keterlaluan. Bahkan dianggap melebihi batas normal.

“Soal waktu tes, kami akan koordinasikan dengan pimpinan, Kasat, Wakapolres atau Kapolres, kami menunggu petunjuk pimpinan,” ujarnya.

Chaerul menambahkan, Mawar masih mengalami trauma berat, sehingga belum bisa dimintai keterangan lebih dalam terkait perbuatan keji yang dilakukan ayah tirinya tersebut.

”Korban tidak mau keluar rumah, dan berdasarkan keterangan keluarga korban sering menangis dan mengaku kesakitan dibagian sekitar kemaluannya,” imbuhnya.

Mawar dicabuli bapak tirinya Amir Mahmud  sebanyak 7 kali dan satu kali digauli layaknya suami-istri. Prilaku cabul Amir, sudah dilakukan sejak tahun 2011 sejak korban masih duduk dibangku kelas 4 SD. Atas perbuatannya itu, Amir diancam pasal 81 dan atau pasal 82 Undang-undang No-mor 23 tahun 2002, tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara. (mardiana/eman)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.