Susahnya Mencari Lagu Anak-anak

JAKARTA,SNOL—Para ibu yang memiliki anak balita dan batita mengaku kesulitan mencari musik edukasi untuk anak-anak. Pasalnya, di toko-toko kaset maupun CD paling banyak menjual lagu-lagu orang dewasa.

Kalaupun ada lagu anak hanya terbatas pada karya-karya pencipta lama. Dan yang teranyar hanya ciptaan lagu Papa T Bob dengan penyanyi Trio Kwek-kwek. Itupun dua penyanyinya yaitu Dea Ananda dan Leony sudah beranjak dewasa.

“Tidak ada lagu-lagu anak yang baru. Cuma ada yang ini, Joshua saat kecil, Sherina kecil, Trio Kwek-kwek, dan album kompilasi (karya musik campuran),” ungkap Nandita, salah satu karyawan toko kaset dan CD di Mall Cinere, Minggu (10/3).

Minimnya album musik anak-anak, membuat produser hanya memproduksi ulang kaset lama. Ironisnya, penyanyi-penyanyi cilik yang kini sudah dewasa bahkan telah menikah serta punya cucu masih diproduksi kaset/CD-nya.

Sebut saja Iramaya Sopha, Chica Koeswoyo, Adi Bingslamet, Iyut Bingslamet, Dina Mariana, Diana Papilaya, Sherina, Eza Yayang, Joshua, Agnes Monica, Bondan Prakoso, dan lain-lain.

Ada juga penyanyi cilik hasil pencarian bakat Idola Cilik seperti Kiki Idol, Agnes Idol, namun yang dinyanyikan adalah lagu anak-anak ciptaan seniman baheula dan bukan yang sekarang. Wajar saja kalau lagu anak-anak tidak bergeser dari Balonku Ada Lima, Mari Berkebun, Cica-cica di Dinding, Naik Kereta Api, dan lain-lain.

Kondisi ini membuat para ibu sedih karena anak-anaknya lebih hapal lagu-lagu percintaan. “Sedih juga ya, kok seniman kita pada ogah menciptakan lagu anak-anak. Ada penyanyi anak-anak seperti Coboy Junior, tapi lagunya juga lagu orang dewasa. Jadi ya, kasihan banget anak-anak sekarang,” keluh Dewi, salah satu karyawan di rumah sakit swasta kawasan Jakarta Selatan.

Senada itu Indri, karyawati perusahaan swasta di bilangan Gatot Subroto mengaku prihatin dengan perkembangan musik Indonesia. Seniman lebih senang mengangkat tema percintaan untuk karyanya. Sedangkan anak-anak tidak disentuh sama sekali. Alhasil produksi lagu anak-anak tidak akan sama sekali selama 10 tahun terakhir.

“Harusnya ini jadi keprihatinan kita bersama. Anak-anak balita maupun SD lebih hapal lagu cinta daripada lagu anak-anak. Itu karena pilihan mereka tidak ada. Yang ada hanya lagu-lagu lama yang dipoles lagi,” tandasnya. (esy/jpnn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.