Hamil, Pelajar Tikam Pacar

RAJEG,SNOL Perbuatan yang dilakukan AP alias Agung (17), teramat sadis. Dia nekad menikam pacarnya, YSP alias Bunga (16) menggunakan senjata tajam.

Beruntung, nyawa korban yang juga berstatus siswi di salah satu SMU di kecamatan rajeg itu berhasil diselamatkan warga dan langsung melarikannya ke klinik terdekat.

Hubungan antara Agung dengan Bunga terjalin erat sejak bulan Agustus hingga November 2012 silam. Dalam masa empat bulan itu kedekatan mereka ternyata sudah sangat jauh. Selama berpacaran, Agung warga Desa Tegal Kesik, Kecamatan Rajeg itu sudah beberapa kali menyetubuhi Bunga.

Akibat persetubuhan di luar nikah ini, Bunga akhirnya hamil. Pada akhir November 2012, hubungan mereka putus. Namun demikian, keduanya masih tetap saling berkomunikasi. Bunga lalu mendesak Agung yang masih duduk di bangku salah satu sekolah SMK di Tangerang itu agar mau bertanggungjawab.

Semula Agung menyarankan Bunga untuk menggugurkan kandungannya. Bahkan dia pernah memberikan cairan pahit kepada Bunga agar diminum untuk membunuh janin dalam rahim. Namun usaha itu tidak berhasil.

Puncaknya terjadi pada 11 Februari. Sekitar pukul 23.30 Wib, Agung menjemput Bunga di rumahnya dengan alasan akan diajak ke dukun beranak di Desa Cadas, Kecamatan Sepatan untuk menggugurkan kandungannya.

Menggunakan Yamaha Mio, keduanya melaju. Namun saat sampai di Jalan Baru Desa Puri Jaya Pasar Kemis, Agung menepikan kendaraannya dengan alasan ingin buang air kecil. Sedangkan Bunga disuruh menunggu di motor. Tanpa curiga, Bunga pun mengikuti saran pelaku.

Setelah beberapa langkah berjalan pelaku kembali menghampiri korban. Dalam posisi Bunga masih di atas motor, Agung langsung menikam punggung Bunga dari belakang, hingga korban terjatuh di aspal.

Dalam posisi tersebut, seperti orang kerasukan setan, Agung kembali menghujamkan pisaunya mengenai siku tangan, pergelangan tangan, dada dan kepala Bunga. Tidak puas dengan tikaman itu, Agung lalu menginjak-injak tubuh Bunga hingga tak sadarkan diri.

Meski korban sudah terkapar, ternyata Agung masih belum puas. Pelaku kemudian menyalakan motornya dan melindas tubuh Bunga. Setelah itu, pelaku kabur meninggalkan korban. Pelaku menduga, Bunga sudah tewas.

Tak berselang lama, sejumlah warga yang melintas di jalan tersebut menemukan Bunga dan mereka langsung melarikannya ke klinik terdekat untuk mendapatkan pertolongan.

Tanggal 12 Februari, keluarga korban melaporkan peristiwa tersebut ke Mapolresta Tangerang. Setelah menerima laporan, polisi langsung melakukan pengembangan dan memburu pelaku.

Pemburuan pun tidak sia-sia. Pelaku berhasil diciduk di rumahnya. “Pelaku ditangkap setelah penyidik melakukan rangkaian pemeriksaan terhadap saksi,” kata Kapolresta Tangerang, Kombes Pol. Bambang Priyo Andogo, kepada wartawan, kemarin.

Perbuatan Agung dinilai sangat tidak berperikemanusiaan. Apalagi bila diukur dari umurnya yang masih berstatus pelajar. Dari hasil pemeriksaan diketahui bahwa Agung sudah merencanakan akan membunuh Bunga dengan menggunakan pisau.

”Atas perbuatannya ini, AP alias Agung dikenakan persangkaan berlapis yaitu persetubuhan dan penganiayaan terhadap anak, termasuk juga percobaan pembunuhan berencana dengan ancaman diatas 20 tahun penjara,” kata Kasat Reskrim Polresta Tangerang, Kompol Shinto Silitonga.

“Kami sudah menginformasikan penangkapan AP alias Agung ini ke keluarga Bunga, dan berharap informasi tersebut dapat mendorong Bunga recovery baik fisik maupun psikisnya,” imbuh Kanit PPA Polresta Tangerang, Ipda Rolando Hutajulu.(jarkasih)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.