Tak Berizin, Bangunan Karaoke di GWS Disegel

F-BANGUNAN CALON KARAOKE DISEGEL-EKY F SATELITNEWSKEBON NANAS, SNOL Sebuah bangunan di gedung Great Western Serpong (GWS), Kota Tangerang disegel. Bangunan yang akan dijadikan tempat karaoke, spa dan sauna itu ditutup paksa lantaran tak berizin.

Puluhan petugas Satpol PP Kota Tangerang menutup paksa pembangunan di saat belasan pekerja bangunan tengah melakukan pekerjaannya.

Papan besar bertuliskan ‘Bangunan Ini Distop’ terpampang jelas di depan bangunan setengah jadi, yang dulunya bekas supermarket di dalam Great Western Serpong.

“Seluruh pekerjaan langsung kita hentikan, tidak boleh ada yang bekerja lagi, sampai sang pemilik atau pengelola urus IMB-nya,” tegas Afdiwan, Kabid Pengawasan dan Penertiban Satpol PP Kota Tangerang, Kamis (14/3).

Sebelum melakukan penyegelan, Afdiwan mengaku pihaknya sudah melakukan pemanggilan terhadap pengelola untuk menanyakan izin bangunan tersebut.

Namun, surat izin yang diperlihatkan hanyalah surat IMB secara keseluruhan yang umurnya sudah lama. Sedangkan IMB terbaru merenovasi atau mendirikan bangunan terbaru, tidak dapat ditunjukan sang pengelola.

“Untuk renovasi di dalam Perda Perijinan Tertentu renovasi harus ada izinnya, tidak bisa sembarangan begitu,” ujar Afdiwan.

Satpol PP, kata Afdiwan, sempat juga mengkonfirmasi kepada si pengelola kalau ada kabar bangunan tersebut akan dijadikan tempat karaoke, spa dan sauna. Namun hal tersebut dibantah si pengelola.

“Dia membantah, tapi saat kita suruh untuk membuat surat pernyataan bahwa benar bangunan tersebut bukan untuk dijadikan tempat karaoke dan spa, dia menolak,” kata Afdiwan lagi.

Menurutnya, Satpol PP sudah mendengar informasi dari masyarakat dan pegawai di Great Western Serpong tersebut kalau bangunan yang belum rampung pengerjaannya itu akan dijadikan karaoke Delta.

“Mereka itu sudah memiliki tempat karaoke, masa dobel? Tidak berizin pula. Akan saya periksa fasilitas dia yang lain kalau membandel gini caranya,” ancam Afdiwan.

Namun, diperuntukan untuk apa bangunan tersebut, pada dasarnya Satpol PP tidak merasa dipusingkan. “Terpenting, berikan pada kami bukti IMB terbarunya. Baru pengerjaan kembali bisa dilakukan. Selama itu belum ada, tetap akan kami segel,” pungkasnya.

Selain melakukan pemanggilan pada sang pemilik, Satpol PP sebelumnya juga sudah berkoordinasi dengan Badan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPPT). Namun setelah dicek, ternyata BPPT tidak pernah mengeluarkan izin untuk renovasi.(pramita/deddy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.