Penambahan Dana Interchange Rp 26 M

SERANG, SNOL–Pemkab Serang kembali menambahkan alokasi anggaran untuk pembangunan jalan simpang susun (Interchange) di Kecamatan Cikande Rp 26 miliar pada APBD Pemkab setempat. Sehingga dari semua Rp 114 miliar, menjadi Rp140 miliar.

Penambahan tersebut, mengacu pada hasil revisi DED (Detailed Ingineering Design) 2011 lalu. Dimana pengerjaan pembangunan interchange tidak dilaksanakan dalam satu item pengerjaan, melainkan dibagi ke dalam 10 item pekerjaan.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Serang, Gembong R Sumedi mengatakan, penambahan dana itu juga berdasarkan hasil pertemuan antara pimpinan DPRD dan Pemkab Serang beberapa waktu yang lalu.“Dalam kesimpulan pada pertemuan itu, alokasinya bertambah senilai Rp 26 miliar,” kata Gembong di Serang, kemarin.

Penambahan alokasi tersebut juga sudah dirumuskan dengan Pemprov Banten. Dalam rumusan itu, lanjut Gembong, baik Pemkab maupun Pemprov menyetujui pengalokasian dana dilakukan secara fifty-fifty (Setengah-setengah).”Itu kesimpulan hasil revisi DED Interchange. Jika disebutkan untuk nilainya masing-masing akan menggelontorkan dana Rp70 miliar, baik Pemkab maupun Pemprov. Pemkab Serang sendiri telah menganggarkan pada APBD murni 2013 senilai Rp 65 miliar, sisanya pada APBD perubahan Rp5 miliar,” ujarnya.

Politisi PKS ini berharap, proyek pembangunan tersebut segera dilaksanakan sesuai jadwal yang telah ditentukan, sehingga mampu merealisasikan salah satu program unggulan Pemkab Serang.

Sementara Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Serang, Memed Muhammad menambahkan, adanya penambahan dana Rp 26 miliar itu dikarenakan pembangunan interchange kali ini dibagi ke dalam 10 item diantaranya pengerjaan saluran listrik, drainase (pembuangan air), konstruksi jalan layang dan lainnya.

”Itu bertujuan agar setiap detail pengerjaan mendapat hasil yang maksimal. Sedangkan untuk pelaksanaannya dimulai pada akhir Maret ini, setelah diketahui pemenang lelang terhadap 10 item pengerjaan tersebut melalui proses LPSE. “Kami menargetkan pelaksanaannya bisa rampung dua sampai tiga tahun kedepan,” kata Memed. (mg3/eman)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.