Buruh PT Dulton Duduki Perusahaan

BALARAJA,SNOL Ribuan buruh PT Dulton di Jalan Raya Serang Km 29,9 Desa Gembong Keca-matan Balaraja, menduduki perusahaannya.
Mereka menuntut kenaikan Upah Minimum Sektoral (UMSK) Rp771.478 flat untuk semua karyawan dari tingkat 1-7.
Aksi yang dilakukan kemarin merupakan kelanjutan dari aksi Senin lalu. Dalam aksi mogok kerja yang digelar di halaman pabrik, Selasa (19/3) pagi, buruh pabrik keramik ini berorasi sambil membentangkan spanduk dan benderan serikat. Mereka menuntut manajemen memberlakukan kenaikan UMSK secara flat sebesar Rp771.478. Karena kenaikan UMSK lebih dirasakan bagi pekerja 0 hingga 1 tahun. Aksi juga diikuti oleh simpatisan buruh dari pabrik lainnya seperti PUK Surya Toto.

“Kami menuntut kenaikan UMSK Rp771.478 flat untuk semua karyawan dari grade 1-7. Selain itu, prestasi kerja selama 7 tahun tidak diberikan. Saat ini perusahaan sudah menaikan UMSK secara variatif yang dilakukan secara sepihak, tanpa melakukan persetujuan dengan serikat buruh,” kata Yayat, pengurus PUK Kep SPSI PT Dulton kepada Satelit News.

Yayat yang sudah bekerja selama 15 tahun mengaku dari bulan Februari lalu sudah ada 9 kali pe-rundungan antara serikat dengan manajemen namun tidak ada titik temu. “Perusahaan selalu berda-lih sedang rugi, kalau dinaikan UMSK secara menyeluruh akan menurunkan daya saing dengan pabrik lain. Tapi nyatanya kompetitor perusahaan kami bisa menaikkan UMSK,” keluhnya.

Yayat mengungkapkan saat ini jumlah karyawan di PT Dulton sekitar 1.113 orang dan yang sudah bergabung ke serikat Kep SPSI sebanyak 950 orang. “Perusahaan kami memproduksi keramik yang diekspor ke Inggris, Jepang dan Taiwan. Namun, selama aksi mogok ini produksi berhenti total,” tandasnya.

Sekretaris DPC Kep SPSI Abdul Gani menambahkan, aksi ini bertujuan menuntut kenaikan gaji, dengan selisih UMSK tahun 2012-2013 sebesar Rp771.478. “Kenaikan UMSK secara sepihak ini ternyata lebih menguntungkan pekerja 0 sampai 1 tahun yang totalnya menjadi Rp2.530.000. Sehingga menimbulkan kecemburuan pekerja dengan masa kerja di atasnya karena merasa dilewati oleh yang baru,” urainya.

Masalah ini juga sudah disampaikan ke Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Tangerang dan manajemen untuk berunding secara bipatrit. “Perusahaan melalui pe-nasehat hukumnya juga meminta agar serikat memajukan proposal baru terkait untuk kenaikan upah baru serta mencantumkan alasan kenaikannya. Kalau tidak juga ada keputusan kami berencana akan menggelar aksi mogok lagi selama lima hari,”tandasnya.

Saat hendak dikonfirmasi terkait masalah ini, salah seorang security PT Dulton yang enggan dise-butkan namanya mengaku pihak manajemen tidak ada satupun di salam pabrik.(aditya/jarkasih/snol)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.