Siswa SDN Kaliasin II Masih Was-was Disegel Lagi

SUKAMULYA,SNOL Aksi pemagaran dan penyegelan gedung SDN Kaliasin II, Sukamulya, Kabupaten Tangerang hingga terjadi amuk warga, Senin (18/3) lalu, masih menghantui ratusan murid sekolah itu.

Mereka diliputi rasa was-was dan takut terjadi lagi aksi lanjutan. Agung, siswa kelas 3 bersama teman-temannya mengaku masih khawatir akan terjadi lagi aksi amuk masa di sekolah tempatnya belajar.

“Ya khawatir disegel lagi. Kemarin aja pada ngamuk di sini. Harapanya, kami bisa belajar di pagi hari lagi, kalau siang hari panas,” keluh bocah tersebut kepada Satelit News, kemarin.

Salah seorang Guru SDN Kaliasin II, Adi mengatakan, informasi yang diterimanya bahwa hasil pertemuan antara perwakilan pemilik lahan, aparat kepolisian, pihak sekolah dan lainnya menghasilkan keputusan positif. Kelas yang disegel boleh digunakan kembali, namun persoalan ganti rugi tetap akan diproses lebih lanjut.

“Insyaallah besok (hari ini,Red) siswa-siswi bisa belajar di kelas dan kegiatan belajar mengajar (KBM) kembali normal,” kata Adi.

Digubungi terpisah, H Nasim yang mengklaim sebagai pemilik lahan sekolah tersebut mengatakan, dirinya memiliki bukti-bukti hasil kesepakatan bersama antara dirinya dengan pihak Pemkab Tangerang. “Saksinya banyak, dan mereka masih hidup,” ujar H Nasim.

Dia akan menunggu itikad baik dari Pemkab Tangerang untuk menyelesaikan masalah itu. Hingga kemarin belum ada satupun dari Pemkab Tangerang yang datang kepadanya. “Saya gak akan naik atau datang ke mereka, biar mereka yang datang ke sini. Saya menghibahkan lahan 1000 meter untuk sarana sekolah khan dengan jalur musyawarah mufakat, nah sekarang ada masalah. Ya selesaikannya dengan jalan musyawarah mufakat lagi,” tegas dia.

Bila Pemkab tidak ada niatan baik juga, lanjutnya, maka dia akan membongkar pagar sekolah itu dan lahannya akan dipergunakan untuk keperluan lain seperti pertanian, peternakan dan jenis lainnya.

Menyikapi sengketa lahan tersebut, DPRD Kabupaten Tangerang akan mendorong Pemkab Tangerang untuk menganggarkan dana di APBD perubahan untuk membayar tanah yang diklaim milik H Nasim. “Dewan akan dorong bagian aset supaya menganggarkannya di anggaran perubahan,” kata Tb Entus Satibi, anggota komisi III DPRD Kabupaten Tangerang.

Tapi sebelumnya, kata Entus, bagian aset dan warga pemilik lahan harus mengkordinasikannya terlebih dahulu mengenai harga lahan. Jangan sampai terjadi seperti yang sudah-sudah. Ketika anggaran sudah disiapkan ternyata harganya tidak cocok.

Dia juga menyayangkan bagian aset yang lambat menyelesaikan kasus sengketa lahan tersebut. Apalagi dalam kasus ini bagian aset terkesan seperti merampas hak masyarakat yang sudah jelas membantu Pemda dengan merelakan tanahnya seluas 1000 meter dari total 1700 meter dihibahkan untuk sarana pendidikan. Dan pemilik lahan hanya minta sisa lahan seluas 700 meter dibayarkan.

“Ini sangat ironis. Padahal kita sudah siapkan dana untuk pembelian lahan dan sertifikasi. Kenapa lahan yang ini tidak dimasukkan ke program itu. Melihat kejadian seperti ini, pemkab terkesan seperti merampas hak warga dengan memanfaatkan rendahnya pengetahuan hukum yang dimiliki warga,” jelasnya.

Anggota Komisi II DPRD, Dahyat Tunggara mengatakan, seharusnya Pemkab Tangerang melalui Dinas Pendidikan lebih priorits dalam masalah ini. “Pemerintah harus segera tanggap dalam masalah ini. Sepanjang bukti kepemilikan lahan atas bangunan sekolah oleh warga itu valid, ya segera proses,” tegasnya.

Komisi II kata dia, tidak memiliki data berapa banyak sekolah yang masih bermasalah. Namun, pihaknya mengaku terus mendorong agar pemerintah menganggarkan dana untuk penyelesaian masalah ini.

Seperti diberitakan koran ini Senin (18/3), SDN Kaliasin II Kecamatan Sukamulya, dipagar oleh warga yang mengklaim sebagai pemilik atas lahan sekolah seluas 1700 meter persegi, Minggu (17/3). (aditya/jarkasih)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.