Pungli 50 Ribu, Divonis 5 Bulan Penjara

SERANG, SNOL Majelis Hakim Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri (PN) Serang, Rabu (20/3) menjatuhkan vonis lima bulan delapan hari kepada empat terdakwa dalam kasus tindak pidana korupsi (Pungli) Rp 50 ribu.

Keempat terdakwa tersebut, yakni Bambang, M Yusuf, Endih, dan Wahyudin. Mereka penjaga keamanan yang mengatur keluar masuknya truk dari Pelabuhan Merak, Kota Cilegon. Seluruhnya merupakan pegawai outsorcing PT Indo Sarana Usaha (rekanan PT ASDP).

Selain divonis lima bulan delapan hari, Bambang, Yusuf, Endih, dan Wahyudin juga dibebankan denda masing-masing Rp200.000 subsidair satu bulan kurungan.

Putusan hakim yang dibacakan pimpinan majelis hakim Cipta Sinuraya dengan jaksa penuntut umum (JPU) Ridwan di Pengadilan Tipikor ini, lebih rendah dari JPU yang menuntut Bambang, Yusuf, Endih, dan Wahyudin dengan pidana penjara selama tujuh bulan dan denda Rp200 ribu.

Dalam amar putusannya, majelis hakim menyatakan ke-empat terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan sebagaimana dakwaan tunggal yakni pasal 12 a Undang-undang Nomor 31 Tahun 2009 sebagaimana telah diubah menjadi Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Dalam pertimbangan, majelis hakim menyebutkan hal-hal yang memberatkan, perbuatan para terdakwa mengakibatkan kerusuhan dan kerusakan fasilitas umum di ASDP. Terdakwa juga menghambat lalu lintas penyeberangan kapal.

“Hal yang meringankan, terdakwa bersikap sopan sehingga memperlancar persidangan, terus terang, dan memiliki tanggungan keluarga,” kata Cipta di sela-sela persidangan berlangsung.

Menanggapi putusan majelis hakim, Bambang, Yusuf, Endih, dan Wahyudin langsung menyatakan menerima putusan tersebut. Sedangkan JPU menyatakan pikir-pikir.

Seusai persidangan, Bambang mengaku sangat bersyukur putusan majelis hakim ringan sehingga tak lama lagi dirinya bersama tiga rekannya bebas karena sudah menjalani masa tahanan Rutan sekitar lima bulan.

“Alhamdulillah, saya bersyukur saya pikir majelis hakim bisa melihat bahwa kami adalah korban,” kata Bambang.

Ke-empat terdakwa didakwa melakukan tindak pidana korupsi karena melakukan pungli terhadap sejumlah kendaraan yang memasuki jalur khusus penyeberangan Merak-Bakauheni. Ke-empatnya mendapat bagian kurang lebih masing-masing Rp50.000 dari hasil pungli sebesar Rp700 ribu yang juga melibatkan oknum polisi.(bagas/eman)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.