Suami Bacok Istri dan Mertua

SERANG,SNOL Entah apa yang merasuki pikiran Kamsin (30). Warga Kampung Kedokan Porang, Desa Pamanukan, Kecamatan Carenang, Kabupaten Serang ini, tega membacok istri dan mertuanya sendiri.

Peristiwa tersebut terjadi , Kamis (21/3) malam sekitar pukul 19.00 WIB. Saat itu, ketiganya tengah berkumpul di rumah mertua pelaku, di Kampung Kedokan, Desa Pamanukan, Kecamatan Carenang.

Namun secara tiba-tiba pelaku menjadi bringas dan membacok istrinya sendiri, Maesaroh (25), di bagian kepala. Melihat anaknya dianiaya, spontan orang tua Maesaroh yang juga mertua dari pelaku, Aswanah (40) bereaksi.

Nahas bagi Awanah, pelaku yang sudah lupa diri malah membabi buta dan menghantamkan goloknya ke mertuanya. Akibatnya wanita renta tersebut menderita bacokan di bagian kepala dan tangan kirinya.

Keributan tersebut mengundang reaksi warga sekitar yang langsung berdatangan ke rumah korban. Namun saat warga tiba, pelaku langsung melarikan diri. Kedua korban dilarikan ke Puskesmas Carenang untuk mendapatkan perawatan medis.

Salah satu kerabat korban, Juhdi (37) mengatakan, awalnya Kamsin mengajak istrinya untuk pindah ke Jakarta. Namun ajakan itu ditolak sang istri. “Tiba-tiba suaminya marah dan langsung membacok korban,” ujar Juhdi saat ditemui di RSUD Serang.

Juhdi mengaku terkejut atas kejadian tersebut karena sebelumnya Kamsin tidak pernah melakukan perbuatan kasar kepada isrinya. “Sebelumnya dia gak kaya gini, dia ramah dan gak pernah berlaku kasar pada istrinya, tapi sepulang dari Jakarta kok seperti ini,” ujarnya.

Sebelum dibawa ke RSUD, kedua korban sempat menjalani perawatan di Puskesmas setempat. Petugas medis yang bertugas di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Serang, menyatakan kedua korban mengalami luka di bagian kepala dan tangan, yang diduga bekas bacokan benda tajam.

“Orang tuanya luka di kepala dan tangan, sementara anaknya hanya luka di kepala. Kedua korban sendiri masih lemas karena pendarahan,” ujar petugas medis di IGD yang enggan disebutkan namanya.

Di tempat yang sama, baik Aswanah maupun Maesaroh saat dimintai keterangan mengaku tidak dapat mengingat kejadian pembacokan yang menimpa mereka secara detail. Mereka hanya mengingat saat pelaku membacok mereka, namun kejadian sebelum pembacokan secara detail mereka tak dapat mengingatnya.

Sementara itu, Kapolsek Carenang, AKP Zaenudin saat dihubungi menyatakan, pihaknya masih memburu pelaku, sehingga belum mengetahui motif sebenarnya. Namun, dari pemeriksaan sementara dan keterangan beberapa saksi diketahui bahwa pelaku tersinggung oleh istrinya, karena menolak diajak pindah ke Jakarta.

“Kita masih selidiki, namun dugaan sementara karena tersinggung oleh istrinya yang menolak dibawa ke Jakarta. Pelaku masih kita kejar,” ungkapnya. (bagas/ dwa/deddy/bnn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.