Pecandu Narkoba Tidak Boleh Dipenjara

JAKARTA,SNOL Pecandu narkotika dan obat terlarang (Narkoba) tidak bisa dikenakan hukuman penjara, melainkan harus direhabilitasi.

Hal ini diungkapkan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Irjen Pol Anang Iskandar saat seminar ‘Sosialisasi Tentang Korban dan Penggunaan Narkoba’ di Hotel Twin Plasa, Jakarta Barat, Senin (25/3).

“Sekarang pengguna Narkoba dilarang keras untuk dihukum (penjara). Melainkan harus direhabilitasi,”  tegas Anang.
Ia menjelaskan, hal ini berdasarkan pasal 54 Undang-Undang (UU) Narkotika yang menyebutkan pecandu Narkoba wajib menjalani rehabilitasi medis dan sosial.

“Dengan adanya UU ini, maka hakim hanya boleh memutuskan hukuman rehabilitasi untuk pengguna dan proses rehabilitasi juga harus gratis,” jelasnya.

Lanjut jenderal bintang dua ini, pengguna Narkoba yang direhabilitasi secara medis tidak bisa diproses pidana. Sehingga ada surat edaran pemerintah yang melarang keras menghukum pengguna Narkoba karena mereka merupakan korban.

“Masalahnya sekarang adalah kita kekurangan tempat rehabilitasi,” tandas Anang.

Saat ini BNN hanya mampu merehabilitasi dua ribu pecandu Narkoba. “Dari empat juta pengguna Narkoba, hanya 18 ribu orang yang dapat direhabilitasi. Dan dari 18 ribu pengguna tersebut hanya dua ribu orang yang mampu direhabilitasi BNN. Sementara sisanya direhab ditempat umum seperti rumah sakit,” bebernya.

Ia pun mendorong pemerintah daerah untuk membuat satu tempat rehabilitasi dengan kapasitas minimal 50 pengguna Narkoba.
“Jika 500 kabupaten/kota memiliki satu tempat rehabilitasi dimana satu tempat rehab mampu menampung 50 pecandu Narkoba, angka ini mampu ditekan,” ujar Anang.

Jika tidak direhabilitasi, para pengguna Narkoba tidak akan berhenti mengkonsumsi barang haram tersebut.
“Sebagai contoh, jika tidak dimasukan ke panti rehabilitasi, seorang pecandu menggunakan 0,2 gram sabu perhari, maka empat juta pecandu minimal membutuhkan delapan ton sabu perhari,” katanya.

Dikatakannya, BNN baru memiliki empat tempat rehabilitasi yakni di Lido, Batam, Makasar dan Samarinda. “Saat ini belum ada satu pun kabupaten/kota yang memiliki tempat rehabilitasi. Dan untuk membangun panti rehabilitasi untuk korban Narkoba di setiap daerah tidak perlu yang hebat, yang penting dapat menyembuhan mereka (pecandu),” tutup jenderal bintang dua ini. (ian/jpnn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.