Kiat Kompol Novel Baswedan Tangani Jenderal Susilo

JAKARTA,SNOL Komisaris Polisi (Kompol) Novel Baswedan punya kiat sendiri menghadapi perkara-perkara korupsi yang melibatkan para petinggi Polri yang jabatannya lebih tinggi darinya.

Termasuk, mantan atasannya yang kini terjerat dalam perkara korupsi Simulator SIM di Korlantas Polri dan dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) Irjenpol Djoko Susilo.

Dalam diskusi media yang bertajuk “Peningkatan Kapasitas Media Dalam Pemberantasan Korupsi” dia membeberkan sedikit rahasianya.
Anggota satgas tim penyidik yang menangani perkara Jenderal Susilo ini mengatakan untuk bisa melakukan pemeriksaan dalam penyidikan itu, dia selalu berpatokan pada hukum.

Artinya, lanjut dia, apabila memang pada kenyataannya mutlak ditemukan dua alat bukti yang cukup untuk menjerat seseorang, termasuk Jenderal bintang dua itu maka tak akan ada keraguan maupun ketakutan untuk melakukan penyidikan.

“Saya kira dalam hal pidana dan ada bukti-bukti yang cukup maka siapapun harus ditindak. Artinya tidak boleh dipandang sebagai kawan dekat.  Saya tidak boleh bilang dekat. Itu harus tega,” kata Novel di ruangan Auditorium KPK, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan (Selasa, 26/3).

“Dan tentunya penegak hukum harus berfikir demikian. Itu yang menjadi tolak ukur,” imbuhnya.

Selain itu, Kompol Novel menambahkan, kiat lain yang dilakukannya adalah beribadah. Kenapa begitu? Kata dia, dengan beribadah, maka tidak akan ada yang ditakuti dalam menjalankan tugas melakukan pemberantasan korupsi.

“Jadinya takut cuma sama Tuhan,” demikian Novel Baswedan.(wid/rmol)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.