Tahun 2014 Ada RS Tanpa Kelas di Pandeglang

PANDEGLANG, SNOL Sekjen Kementrian Kesehatan (Kemenkes), Supriyantoro disuguhi jalan becek saat mengunjungi lokasi pembangunan RS Pratama tanpa kelas di Kecamatan Menes, Pandeglang.

Namun, kondisi tersebut tidak mengurungkan niatnya mengunjungi lokasi itu, Senin (25/3). Bahkan, setibanya di lokasi, ia bersama rombongan langsung membahas rencana pembangunan RS tersebut.

Rencana pembangunan RS Pratama dilakukan bersama Bupati Pandeglang Erwan Kurtubi, Ketua Komisi IX DPR RI Ribka Tjiptaning, Wakil Ktua DPRD Pandeglang Eri Suhaeri, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Djaja Buddi Suhardja dan Kepala Dinas Kesehatan Pandeglang Deden Kuswan.

”Kami melihat potensi lahan yang ada cukup untuk dijadikan lokasi pembangunan RS Pratama. Kami segera menindaklanjutinya, sekaligus merencanakan pengembangan serta melengkapi sarana dan prasarananya,” kata Supriyantoro.

Namun, belum dapat dipastikan apakah pembangunannya dilakukan dilahan tersebut atau dibuat dibangunan Puskesmas yang sudah ada.

”Itu semua butuh kajian khusus yang akan dilakukan tim. Tapi kemungkinan besar rencana pembangunan RS Pratama itu di Desa Purwaraja, Kecamatan Menes,” ujarnya.

Kemenkes juga akan membantu memperbaiki serta melengkapi sarana pelayanan kesehatan yang ada di wilayah Pandeglang. Baik RSUD, Puskemas maupun Posyandu. “Di RS Pratama rencananya akan siapkan 50 tempat tidur,” tuturnya.

Wakil Ketua DPRD Pandeglang, Eri Suhaeri menyambut rencana pembangunan RS Pratama. “Bisa kita lihat, Pandeglang memang saat ini butuh pengembangan sarana kesehatan dan tenaga ahli daerah. Juga alat kesehatan,” kata Eri.

Ketua Komisi IX DPR RI, Ripka Ciptaning mengatakan, dari rencana yang diajukan DPR RI, pembangunan RS Pratama masuk tahun 2014 nanti.

”Taksiran biaya yang dibutuhkan untuk pembangunan itu Rp 12 miliar,” kata Ribka.(mardiana/eman)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.