Dibanding Listrik, PHRI Lebih Pusingkan Gas 12 Kg

TANGSEL,SN—Rencana pemerintah untuk kembali menaikan tarif dasar listrik (TDL) per 1 April 2013 mendatang ditanggapi dingin oleh Pengusaha Restoran dan Hotel di Tangerang (PHRI).

Kenaikan yang akan ditetapkan dinilai masih dalam batas kewajaran, sehingga tidak perlu ada langkah progresif yang harus diambil.
“Kalau jelang kenaikan TDL per April mendatang, saya rasa masih wajar ya. Lagi pula kenaikannya juga tidak tinggi. Hanya dibawah 2%. Jadi, tidak begitu ber-pengaruh pada cost perusahaan,” ujar Ketua PHRI Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Gusri Efendi kepada Satelit News (26/3).

Selain itu kurangnya dampak yang akan dirasakan karena sebagian besar para pengusaha tersebut sudah melakukan antisipasi berkala sejak gembar gembor pemerintah menaikan TDL awal Januari 2013 lalu.

“Jadi, kita sudah tidak kaget lagi. Saya yakin pengusaha itu pintar. Mereka pasti putar otak jika harus menghadapi situasi yang bisa menimbulkan kerugian,” paparnya.

Gustri menyebut, saat ini para pengusaha restoran dan hotel malah sedang dipusingkan jelang naiknya harga gas Elpiji 12 Kg.

“Kalau pemerintah jadi menaikan harga gas 12 Kg sampai menyentuh harga Rp 95 ribu per tabung, maka secara otomatis cost restoran dan hotel akan mengalami peningkatan. Jadi kemungkinan, akan berpengaruh pada harga jual masakan yang disajikan,” jelasnya.

Dia memprediksi kenaikan gas ini akan mempengaruhi daya beli masyarakat. “Sebenarnya jika ada kenaikan begini, yang dirugikan adalah para customer. Karena, mereka harus mengeluarkan anggaran lebih untuk menikmati suatu makanan. Kalau para pengusaha, tidak akan mau ambil resiko rugi pastinya mereka akan menaikan harga. Selain itu, dampak yang signifikan juga akan dirasakan para pelaku usaha resto menengah. Seperti warteg dan rumah makan padang,”pungkasnya. (mg5/hendra)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.