Dahlan Iskan Capres Alternatif Terfavorit

JAKARTA, SN—Publik memiliki pilihan tersendiri kalau hanya tokoh-tokoh nonparpol yang diajukan sebagai calon presiden pada Pilpres 2014 nanti.Hasil riset Lembaga Survei Jakarta (LSJ) terakhir mengungkap bahwa sejumlah tokoh layak tampil sebagai calon alternatif potensial.

Menteri BUMN Dahlan Iskan dan mantan Hakim Mahkamah Konstitusi Mahfud MD yang tampil di puncak. Sesuai hasil survei, keduanya memiliki tingkat akseptabilitas (kesukaan) dan elektabilitas (keterpilihan) tertinggi diantara tokoh-tokoh nonparpol yang ada.

Sebanyak 44,2 persen responden yang disurvei menyatakan menyukai Dahlan Iskan. Mengapit dibawahnya, Mahfud MD dengan tingkat kesukaan sebesar 42,8 persen. Baru kemudian di urutan selanjutnya muncul nama Rhoma Irama sebesar 40,1 persen.

Dalam aspek tingkat keterpilihan, sesuai hasil survei, Dahlan Iskan kembali memimpin. Saat disodori sejumlah nama tokoh, mantan dirut PLN itu dipilih oleh 17,2 persen responden. Mengungguli Mahfud yang kembali berada di urutan kedua dengan 13,1 persen dukungan.

Menyusul berikutnya Rhoma Irama (10,8 persen), Abraham Samad (5,2 persen), Sri Mulyani Indrawati (3,9 persen), Chairul Tandjung (3,6 persen), Djoko Suyanto (2,8 persen), dan Rizal Ramli (2,5 persen). Kemudian Pramono Edhie Wibowo (1,9 persen), Irman Gusman (1,4 persen), Gita Wirjawan (1,3 persen), dan Anies Baswedan (1,1 persen). (selengkapnya lihat grafis)

“Kami memang sengaja ingin melihat siapa kandidat calon presiden alternatif yang disukai publik,” kata Peneliti Senior LSJ Igor Dirgantara saat memaparkan hasil survei lembaganya di Jakarta kemarin (28/3). Dia menyatakan, capres alternatif yang dimaksud dalam survei lembaganya adalah para tokoh nasional yang secara resmi tidak bergabung dalam parpol. Namun, kerap disebut-sebut media sebagai sosok potensial maju sebagai kandidat presiden 2014 nanti. “Ini juga alasan kenapa Jokowi tidak ikut kami masukkan namanya dalam survei kali ini, karena dia kader PDIP,” imbuh dosen Universitas Indonesia tersebut.

Di tempat yang sama, Guru Besar Psikologi Politik UI Hamdi Moeloek menilai hasil survei yang menempatkan Dahlan Iskan dan Mahfud MD di posisi dua teratas adalah sesuatu yang logis. “Kalau tokoh-tokoh alternative dijejer, hasil ini sangat logis,” ujar Hamdi.

Temuan survei LSJ tesebut, menurut dia, berkorelasi dengan konsep politik availability (kehadiran). Dia menunjuk tingkat kesukaan dan keterpilihan Mahfud, misalnya. Meski domain yang bersangkutan adalah di bidang hukum, dia menyatakan, wilayah cakupan putusan-putusan di MK banyak bersentuhan dengan dunia politik. “Begitupun Dahlan Iskan, kalau dia moncreng itu masuk akal,” imbuhnya.

Di bagian lain hasil survei LSJ juga terungkap, kalau publik menyukai calon presiden yang jujur, bersih, dan merakyat. Terkait kompetensi, masyarakat menginginkan seorang tokoh yang terutama menguasai masalah ekonomi. Baru kemudian, bidang-bidang lainnya seperti hukum dan lainnya.

Juga di tempat yang sama, pengamat politik Hanta Yudha menilai upaya memunculkan tokoh-tokoh alternatif menjadi sesuatu yang penting dilakukan saat ini. Dia mengibaratkan, stok tokoh parpol yang ada saat ini seperti sebuah sajian di meja makan. “Kasihan sebenarnya publik. Karena di meja makan hanya disediakan makanan yang sama, maka pilihannya tidak makan atau golput, makan seadanya, atau sabar menunggu makanan yang lebih diinginkan,” ujar Hanta.

Dia mengingatkan, bahwa tokoh-tokoh capres alternative dalam survei tetap akan menemui jalan terjal. Hal itu mengingat konstitusi di Indonesia yang hanya membuka ruang pengajuan capres dari pintu partai politik.

Karenanya, lanjut dia, satu0satunya jalan adalah membuat partai politik tidak punya pilihan lain. “Mereka (capres alternative, Red) harus menaikkan elektabilitas secara signifikan, tidak boleh hanya elektabilitas yang tanggung,” kata Hanta.

Survei LSJ kali ini tentang capres alternatif itu dilakukan pada 4 Februari-16 Maret 2013. Wawancara tatap muka dilakukan di 33 provinsi dengan mengambil sampel sebanyak 1.225 responden. Margin of error sebesar 2,8 persen pada tingkat kepercayaan sebesar 95 persen.

Populasi dari survei ini adalah klasifikasi calon pemilih dalam Pemilu 2014. Atau, seluruh penduduk yang minimal telah berusia 17 tahun dan atau belum 17 tahun tetapi sudah menikah. (dyn/jpnn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.