Pengguna KRL Ekonomi Kumpulkan Koin

CIPUTAT, SN—Ratusan penumpang Kereta Rel Listrik (KRL) ekonomi yang tergabung dalam Keluarga Besar KRL Lintas Serpong-Tanah Abang, menggelar aksi penolakan penghapusan KRL Ekonomi di Stasiun Sudimara, Jombang, Kota Tangsel, Kamis (28/3). Dalam aksi ini, mereka sengaja kumpulkan koin dan tanda tangan untuk biaya perawatan KRL yang akan dihapus operasionalnya oleh PT KAI.

Koordinator Aksi, Abi mengatakan, aksi tersebut sebagai bentuk penolakan penghapusan kereta api ekonomi menjadi kereta listrik, yang akan diberlakukan PT KAI awal April mendatang. “Ini bukan demo, tapi reaksi atas rencana penghapusan kereta ekonomi. Jelas kami menolak rencana itu karena tidak berpihak kepada warga kecil,” ujarnya.

Menurut Abi, pengguna kereta ekonomi bertarif Rp 1.500, adalah masyarakat kecil yang penghasilannya pas-pasan. Karena itu jika dihapus dan diganti dengan kereta listrik yang tarifnya Rp 8.000, mereka akan keberatan. “Beban hidup ini makin berat. Harga sembako sudah merangkak naik belum lagi tarif dasar listrik (TDL) dan BBM yang kabarnya juga mau naik. Apa tidak berat itu?,” katanya setengah bertanya.

Karena itu, dengan alasan apapun, tegasnya, rencana penghapusan kereta ekonomi harus ditolak. “Sesuai pasal 33 UUD 1945 sudah jelas, bahwa warga negara mempunyai hak untuk menikmati pelayanan dari pemerintah. Koin-koin yang kami kumpulkan ini untuk biaya perawatan KRL ekonomi yang mau dihapuskan karena dianggap biaya operasinya kemahalan oleh PT KAI,” singkatnya.

Datuk, salah seorang pengguna kereta ekonomi mengatakan, dirinya sangat mendukung aksi penolakan penghapusan kereta ekonomi itu. “Setiap hari saya menggunakan kereta ekonomi dari Stasiun Sudimara ke Tanah Abang dengan tarif Rp 1.500. Kalau tiba-tiba diganti dengan kereta listrik yang tarifnya Rp 8.000 tentu sangat berat,” kata pria yang berprofesi sebagai pedagang kaki lima di Tanah Abang tersebut.

Pantauan di lokasi, berbagai golongan pengguna KRL ekonomi Sudimara terus melakukan kumpul koin di areal peron. Mereka juga menggalang tanda tangan sebagai bukti konkret penolakan penghapusan kereta ekonomi. Koin dan tanda tangan yang terkumpul selanjutnya akan diserahkan kepada Kementerian Perhubungan dan PT KAI. “Kami ingin menunjukkan kepada pemerintah bahwa rakyat benar-benar menolak,” tegas Abi.

Aksi itu mendapatkan perha-tian masyarakat pengguna kereta api. Namun demikian, aksi itu tidak meghambat pengguna kereta api yang sudah membeli tiket di area peron. Nampak pasukan pengamanan dari TNI/Polri di-siagakan di tiap stasiun. Hal itu guna mengantisipasi terjadinya aksi blokir yang sempat diancam oleh pengguna KRL Ekonomi.

Terpisah, Direktur Utama PT Commuter Jabodetabek (KCJ), Tri Handoyo mengatakan, pihak PT KAI akan menunda rencana penarikan operasional KRL ekonomi. Rencana itu diundur dengan berbagai pertimbangan. Kesepakatan penundaan tersebut diputuskan melalui rapat yang diadakan di kantor Kemenhub Direktorat Jenderal Perkeretaapian dan dihadiri oleh PT KAI (Persero), PT KCJ, YLKI serta Masyarakat Transportasi Indo-nesia (MTI). (pane/deddy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.