Pasca Tawuran, Pamarayan Masih Mencekam

SERANG, SNOL Pasca tawuran yang menewaskan Nursaman (16), Sabtu (23/3) lalu, kondisi Desa Kampung Baru dan Pamarayan di Kecamatan Pamarayan Kabupaten Serang hingga akhir pekan kemarin masih mencekam.

Sebanyak 115 personil anggota polisi dari Polres Serang dan Polda Banten masih disiagakan untuk berjaga di perbatasan dua desa tersebut.
Abdulrohman, warga Desa Pamarayan, Kabupaten Serang mengatakan, meski kesepakatan damai ditandatangani keluarga tersangka dan keluarga korban sudah ada, namun isu kelompok pemuda yang akan melakukan penyerangan ke Desa Pamarayan masih santer terdengar.

“Saya tidak tahu isu penyerangan balasan itu benar atau tidak. Yang jelas kami berharap situasinya kembali normal,” kata Rohman, Minggu (31/3).

Kapolsek Pamarayan, AKP Sutrisno mengatakan, jumlah aparat kepolisian yang berjaga di perbatasan tersebut untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat sekitar. Juga mengantisipasi kejadian serupa. ”Sebelumnya petugas yang berjaga sempat ditambah pada Kamis (28/3) malam sebanyak 225 personil. Sekrang tinggal 115 personil,” kata AKP Sutrisno.

Polisi  tidak ingin kecolongan.”Karenanya penjagaan di perbatasan desa akan tetap diawasi oleh personil gabungan. Maka, petuags tetap berjaga sampai kondisi desa benar-benar aman,” ujarnya.

Camat Pamarayan, Kabupaten Serang, Sutikno mengatakan, kesepakatan damai yang dilakukan masyarakat Desa Kampung Baru dan Desa Pamarayan sudah disosialisasikan kepada aparat desa, dan RT.
”Namun, untuk situasi kondisi di Pamarayan belum pulih 100 persen. Jadi, kami bersama aparat kepolisian terus berjaga di perbatasan dua desa. Dia khawatir, bentrokan susulan akan terjadi,” kata Sutikno.

Seperti diketahui, gara-gara saling ledek, dua kelompok pemuda di dua desa di Kecamatan Pamarayan, Kabupaten Serang saling serang. Satu orang tewas dan empat lainnya mengalami luka berat.

Korban tewas bernama Nursaman (17), warga Kampung Baru, Desa Kampung Baru, Kecamatan Pamarayan, Kabupaten Serang. Korban tewas dengan dua tusukan di bagian dada dan punggung sebelah kanan

Sedangkan korban luka parah, yakni Arkawai (21), yang mengalami luka parah akibat sabetan senjata tajam di bagian tangan kiri dan satu luka tusuk pada ditenggorokannya. Arkawi harus menjalani perawatan intensif di RSUD Serang.

Muhidi (20) mengalami luka di bagian kepala, Madrohim (17), luka di bagian kaki dan Fajar (15), luka lebam pada bagian punggung dan dada. Para korban luka ini semuanya sudah dipulangkan setelah mendapat perawatan medis di RSUD Serang.

Bentrokan dua desa itu terjadi  pada Sabtu (23/3) sekitar pukul 23.00 WIB. Saat itu Nursaman dan ketiga temannya yakni Arkawi, Madrohim, dan Muhidi berniat membeli bubur ayam dan bubur kacang hijau di Desa Pamarayan dengan menggunakan dua sepeda motor.

Sebelum sampai di tempat tujuan Nursaman dkk bertemu dengan enam warga Kampung Pamarayan, Desa Pamarayan. DN (15) mengejek Nursaman yang mengenakan jaket bertuliskan “Momonon”. DN menyebut bahwa jaket momonon seperti itu sudah tidak zaman lagi.

Ejekan tersebut tidak digubris Nursaman dkk yang pergi melanjutkan perjalanan. Saat Nursaman dan kawan-kawannya pulang sekitar pukul 23.30, secara tiba-tiba mereka dihadang oleh enam pemuda yang sama di tempat mereka bertemu sebelumnya.

Kedua kelompok pemuda tersebut sempat terlibat cek-cok yang cukup hebat hingga akhirnya terjadi perkelahian. Dalam perkelahian tak seimbang tersebut akhirnya Nursaman dkk terdesak dan hendak lari menggunakan sepeda motornya.

Namun nahas sepeda motor yang ditumpangi Nursaman dan Arkawi terguling setelah ditendang salah seorang pelaku. Setelah terjatuh dari motor Nursaman dan Arkawi kembali dikeroyok. Salah seorang lawan mereka menusuk Nursaman di bagian dada kanan dan menusuk Arkawi di bagian leher.

Keributan tersebut menarik perhatian warga sekitar yang lantas mendatangi lokasi kejadian. Melihat warga yang berdatangan keenam pemuda langsung melarikan. Beberapa saat kemudian Polsek Pama-rayan tiba di lokasi kejadian. Nursaman dan Arkawi yang mengalami luka tusuk langsung di bawa ke Puskesmas setempat sebelum dirujuk ke RSUD Serang.

Di RSUD Serang Arkawi yang mengalami luka tusuk di leher masih bisa bertahan dan telah melewati masa kritis. Sedangkan nyawa Nursaman tak tertolong. Ia tewas tak lama setelah tiba di RSUD Serang.

Diwaktu yang bersamaan, keenam pelaku berhasil diringkus di kediaman mereka masing-masing. Untuk menghindari amuk massa, keenam pelaku di bawa ke Polres Serang sekaligus untuk diperiksa. Mereka adalah Tedy (21), Ade Anwar (20), Deni (18), Sidik (18), Asep (18), dan Dadan (21).(mg3/eman)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.