Kasus LP Cebongan Dipastikan Terungkap

SERANG, SNOL—Wakil Menteri Hukum dan HAM, Denny Indrayana yakin dan optimistis pelaku penyerangan LP Cebongan, Sleman, Yogyakarta, akhir pekan lalu akan terungkap. Hal itu ditegaskan saat Denny Indrayana usai memberikan pengarahan kepada Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkungan Kanwil Hukum dan HAM Banten, Senin (1/4).

“Saya yakin perkembangan yang ada cukup positif. Terakhir dengan dibentuknya tim investigasi oleh Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD). Ini merupakan langkah yang baik dan menunjukkan perkembangan positif,” kata Denny.

Ia mengatakan, dengan dibentuknya tim investigasi oleh KSAD, itu menujukkan perkembangan dan langkah yang baik, sehingga pihaknya meyakini siapapun pelakunya nanti terungkap. Yang paling penting dan harus diwaspadai. Lanjutnya, adalah pihak penegak hukum dan LPSK. Lembaga perlindungan saksi itu harus memberikan perlindungan terhadap semua saksi dan yang tahu bukti-bukti kasus tersebut.

Dia menegaskan, siapapun diminta untuk tidak menduga-duga kerterlibatan pihak-pihak atau orang tertentu dalam kasus tersebut. Sebab, hanya alat bukti yang akan mengungkap dan meyakinkan siapa pelakunya nanti. “Begitu ada alat bukti, siapapun yang terlibat harus dibawa ke hadapan hukum. Jangan ada kata takut, takut bukan pilihan,” tukasnya.

Dia menambahkan, petugas LP Cebongan, Sleman yang bertugas saat peristiwa penyerangan terjadi, telah melakukan tugasnya sesuai dengan standard operating procedure (SOP) yang sudah ada. “Mereka telah melakukan tugasnya sesuai SOP yang ada,” ujar Denny.

Kepala Kanwil Hukum dan HAM Provinsi Banten, Imam Santoso telah menginstruksikan seluruh petugas LP dan Rutan untuk senantiasa melakukan patroli. Hal berhubungan dengan penyerangan yang terjadi di Lapas Cebongan tersebut.

Dalam kesempatan itu pula, Denny memutar film berjudul Selamat Siang Risa, dihadapan 50 CPNS Kemenkum dan HAM. Film berurasi sekitar 18 menit ini memang sengaja diputar yang memulai kerja mereka Senin kemarin.

Denny menegaskan film berdurasi sekitar 18 menit tersebut sengaja diputarkan di hadapan para CPNS untuk mengawali hari bekerja pada 1 April 2013 dan memberikan pesan untuk menjaga integritas dan semangat dalam memerangi korupsi. “Nonton film ini tidak hanya dengan mata tapi dengan hati, dengarkan film ini tidak hanya dengan telinga tapi dengan nurani,” kata Denny. Film itu berkisah tentang seorang perempuan jujur bernama Risa. Ia menolak sogokan karena keluarganya mendidik dia untuk jujur. Bahkan pada saat anaknya sakit, ayah Risa tetap menolak uang sogokan dari salah satu pengepul beras. Film yang di sutradari Ine Febrianti itu dibuat khusus untuk tema antikorupsi. (cr-3/igo/bnn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.