Kura-kura Moncong Babi Gagal Diselundupkan

TANGERANG,SN—Petugas Balai Besar Karantina Ikan, Pengendali Mutu dan Keamanan hasil Perikanan (BBKIPM) Jakarta I Bandara Soekarno-Hatta berhasil menggagalkan pengiriman 687 ekor kura-kura moncong babi. Diperkirakan total nilai kerugian yang berhasil diselamatkan mencapai Rp Rp 103 juta.

Kepala BBKIPM Teguh Samudra, menjelaskan penangkapan dilakukan pada 15 Maret 2013. “Dibawa oleh salah seorang penumpang pesawat Sriwijaya Air tujuan Makassar- Jakarta. Penumpang tersebut menyimpan di dalam bagasi,“ ujarnya. Namun sesampainya di Jakarta, kemasan kura-kura moncong babi ini pecah.

Sang pemilik yang kini ditetapkan sebagai tersangka penggelapan binatang langka tersebut memilih kabur begitu mengetahui barang bawaannya bermasalah. Usai kejadian, barulah petugas mengetahui adanya pengiriman kura-kura moncong babi secara ilegal. “Setelah kami teliti, tidak ada dokumen yang mendukung. Seperti surat keterangan hewan sehat, rekomendasi, atau hasil karantina dari BBKIPM Makassar atau daerah asal. Inilah yang melanggar,” ujar Teguh.

Terlebih sesuai dengan PP 7/1999 dan UU No.5/1990, jenis kura-kura moncong babi ini termasuk dalam hewan yang harus dilindungi. Petugas BBKIPM bersama Kepolisian Bandara Soekarno-Hatta kata Teguh, masih terus melakukan pengejaran dan pengembangan pada penumpang yang membawa kura-kura tersebut. “Kita lakukan pengejaran, dikhawatirkan adanya indikasi penjualan di pasar gelap internasional,” ujarnya. Setelah berhasil diamankan, BBKIPM akan menyerahkan kura-kura tersebut kepada Balai Konservasi Alam DKI, agar ada penanganan lebih lanjut.

Sementara Direktur Kelautan Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (KP3K) Toni Rohimat, menjelaskan hewan ini hanya berkembang di daerah asalnya, Papua. “Dari beberapa penangkaran, saya lihat hanya satu yang berhasil mengembangbiakan,” ujarnya. Kura-kura moncong babi sendiri masuk hewan dilindungi kelas satu. Artinya, tidak boleh dipelihara sama sekali. (pramita/made)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.