Lahan SDN Kaliasin II Diusulkan di Perubahan

TIGARAKSA,SN—Komisi III DPRD Kabupaten Tangerang berjanji akan mengawal kasus sengketa aset SDN Kaliasin II Kecamatan Sukamulya hingga tuntas. Pihaknya sudah mengusulkan pengantian lahan tersebut dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan tahun ini.

“Mudah-mudahan ada realisasi tahun ini setelah kami usulkan agar dianggarkan di APBDP. Sementara untuk proses hukumnya saya serahkan ke ahli waris dan Pemda,” ungkap Tb Entus Satibi, anggota Komisi III DPRD Kabupaten Tangerang saat menerima perwakilan ahli waris atas kepemilikan tanah seluas 1719 meter persegi, di ruang kerjanya, Senin (1/4).

Pihakya juga sudah mendesak bagian aset pada Badan Pengelolaan dan Keuangan Daerah (BPKAD) dan Bagian Pertanahan Setda hingga Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda). “Dari BPKAD, Bagian Pertanahan dan Bappeda juga ada sinyal positif dalam penyelesaian masalah ini,” pungkasnya.

Sementara, perwakilan Ahli Waris Retno Juarno mengungkapkan, kedatangannya ke Komisi III DPRD untuk meminta kejelasan terkait masalah sengketa lahan SDN Kaliasin II seluas 719 meter dari total 1719 meter luas lahan yang dihibahkan oleh pemilik lahan. “Kami minta kejelasan ganti rugi 719 meter dengan meminta dukungan dari Komisi III DPRD yang membidangi masalah aset,” kata Retno kepada Satelit News usai hearing.

Pihaknya memiliki dokumen tentang surat pernyataan dari pemberi hibah dan saksi-saksi pada tahun 1987 silam. Masalah ini juga pernah dibahas terakhir pada tahun 2010 hingga dianggarkan oleh Pemda, melalui dua kali pertemuan dengan bagian pertanahan Pemda, biro hukum Pemda, bagian aset Pemda, kepala desa, komite dan pemilik lahan.

“Tapi sayangnya tidak pernah direalisasikan ganti ruginya. Sukofindo juga pernah melakukan pengukuran pada saat itu. Bahkan Bagian Pertanahan Pemda juga sudah mengetahui hal ini. Dokumennya ada lengkap kami simpan,” tandasnya.

Pihaknya mengaku bersyukur dengan adanya dukungan DPRD, bahwa akan dianggarkan pada APBDP tahun ini untuk penggantian lahan seluas 719 meter. ”Mudah-mudahan bisa segera terealisasi. Untuk nominalnya ya tunggu Sukofindo,” tandasnya.

Seperti telah diberitakan, tiga ruang kelas yang berdiri di atas lahan seluas 719 meter di SDN Kaliasin Desa Kaliasin Kecamatan Sukamulya sempat dipagar oleh ahli waris beberapa waktu lalu. Namun setelah proses dialog pagar pun dibuka dan murid bisa belajar lagi, dengan syarat proses ganti rugi tetap berlanjut. Terakhir Iskandar Mirsad saat menjabat sebagai Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Kabupaten Tangerang menegaskan agar ahli waris menyiapkan dokumennya. “Siapkan dokumennya, kalau memang benar kami siap mengganti. Tentunya setelah mengajukan gugatan ke pengadilan,” tukasnya. (aditya/jarkasih)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.