Bisnis Rumah Kos Rawan Pungli

TIGARAKSA,SNOL Keberadaan bisnis jasa rumah kos dengan keuntungan yang sangat menjanjikan kian marak. Ironisnya belum ada aturan khusus soal retribusi dari usaha tersebut, sehingga disinyalir rawan pungutan liar (Pungli).

Sekretaris Komisi III DPRD Kabupaten Tangerang Juardi mengatakan, hingga saat ini pihaknya belum menerima laporan dari Pemda mengenai total jumlah rumah kosan di wilayah Kabupaten Tangerang.

Dewan juga belum mengetahui berapa jumlah pajak dan retribusi setiap tahunnya yang dihasilkan dari bisnis rumah kos, baik yang berbentuk rumah di kawasan perumahan dan perkampungan maupun kosan yang tersebar di ruko-ruko.

“Saya tidak tahu apakah Pemda memiliki data jumlah total kos-kosan yang tersebar di wilayah Kabupaten Tangerang. Termasuk berapa pendapatan yang dihasilkan dari pajak dan retribusi bisnis tersebut setiap tahunnya,” kata Juardi kepada Satelit News, beberapa hari lalu.

Dalam Peraturan daerah (Perda) Nomor 6 tahun 2011 tentang jasa retribusi tertentu, sambung Juardi, memang diatur tentang hunian atau penginapan serta persentasenya.

“Namun demikian, apakah Perda itu dilaksanakan atau tidak untuk bisnis kos-kosan, yaa itu perlu dikonfirmasi lagi ke Satuan Kerja terkait,” tukas politisi Gerindra tersebut.

Dia mensinyalir, semakin maraknya bisnis kos-kosan serta minimnya pengawasan dan pendataan dari pemda dapat menimbulkan kerawanan aksi Pungli. Oleh karena itu, pihaknya akan mendorong pemerintah daerah agar melakukan kroscek ke lapangan dan membuat database yang akurat.

“Karena bila keberadaannya tidak terkontrol itu sangat memungkinkan bagi oknum melakukan Pungli,’ imbuhnya. (aditya/ jarkasih)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.