Kata Sekda, Gubernur Tolak Terima Biaya Sewa Rumah

SERANG,SNOL Sekretaris Daerah Provinsi Banten, Muhadi mengatakan, rumah dinas Gubernur Banten hingga kini belum ditempati lantaran terjadi sejumlah kerusakan.

Kerusakan itu diantaranya pada bagian plafon dan teras. Selain itu furnitur seperti lemari, kursi dan tempat tidur juga belum ada.

“Kalau ibu gubernur belum mau menempati masa kita harus memaksa untuk menempatinya. Menurut saya itu tidak masalah dia tinggal dirumah pribadinya,” kata Muhadi, saat konfrensi pers di ruang Rapat Sekda, Rabu (10/4).

Terkait membebankan sewa rumah pribadi gubernur yang mencapai Rp 250 juta pertahun, Muhadi menyatakan untuk tahun 2013 Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah menolak menerima anggaran tersebut.

“Tahun lalu memang dianggarakan untuk sewa rumahnya karena belum ada rumah dinas. Tahun ini meski ada, ibu enggan menerima,” ujarnya.

Kepala Sub Bagian Pengadaan pada Biro Perlengkapan dan Aset Setda Pemprov Banten, Adeng Junaidi mengatakan, tahun ini Pemprov Banten juga akan mengalokasikan anggaran furnitur seperti lemari, kursi dan tempat tidur untuk ditempatkan di Rumdin Gubernur di APBD Perubahan tahun 2013.

“Kalau di APBD murni tahun 2013 ini, anggaran untuk pengadaan furnitur tidak ada, dan akan dimasukan dan dibahas dalam APBD Perubahan nanti,” kata Adeng.

Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Pemukiman (SDAP) Provinsi Banten, Iing Suwargi mengatakan, pembangunan rumah dinas gubernur Rp Rp 16,1 miliar, yang berasal dari APBD 2010 Rp 6 miliar dan sisanya Rp 10,45 miliar berasal dari APBD 2011.“Memang untuk dana yang terserap hanya Rp 11 miliar dikarenakan sudah menjadi satu paket jadi sisa digunakan untuk pemeliharaan,” kata Iing.(arif/eman)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.