SDN Jambe II Dibobol Maling

JAMBE,SNOL— Untuk keempat kalinya SD Negeri Jambe II di Jalan Manukung Desa Jambe Kecamatan Jambe, Kabupaten Tangerang, Banten, dibobol maling, Rabu (10/4). Kali ini pelaku berhasil membawa kabur TV dan printer serta sejumlah uang di ruang guru sekolah tersebut.Penjaga Sekolah Didi menuturkan, pihaknya menduga aksi pencurian ini terjadi pada pukul 03.00 WIB dan baru diketahui sekitar pukul 05.30 WIB. Saat itu dirinya hendak membersihkan ruang guru, namun melihat pintu sudah terbuka dan ruangan acak-acakan.

“Saya kaget melihat kondisi pintu ruang guru yang sudah terbuka dan ada bekas congkelan. Kondisi ruangan acak-acakan. Termasuk pintu teralis samping yang terbuka dan TV di ruang guru sudah tidak ada,” kata Didi kepada Satelit News ONLINE, usai melaporkan kejadian tersebut di Polsek Tigaraksa.

Sadar tempat kerjanya dirampok, Didi langsung menguhubungi kepala sekolah. Paginya ia bersama guru langsung melaporkan kejadian ini ke Polsek Tigaraksa. “Padahal saya sudah dua malam menginap di sekolah tapi tidak ada apa-apa. Nah, kemarin malam saya hanya sampai jam 01.00 WIB dini hari berjaga dan pulang ke rumah. Sepertinya maling sudah mengintai gerak gerik saya, tanpa saya ketahui,” ungkap Didi.

Guru Kelas II SDN Jambe II, Nungki Nurhasanah mengatakan, maling tersebut berhasil membawa kabur TV, printer dan uang receh guru-guru yang biasa di taruh di meja atau lemari. “Saya saja sampai pusing membenahi data-data siswa yang acak-acakan, seperti foto-foto murid saya yang berserakan. Sekolah kami memang rawan pencurian dan yang dibawanya ini adalah barang berharga,” akunya.

Nungki juga mengaku sekolah tersebut sudah empat kali kemalingan. Pertama terjadi pada tahun 2011, kedua pada tahun 2012 dan ketiga pada Bulan Maret 2013. “Tahun ini saja sudah dua kali kemalingan dan belum tertangkap pelakunya. Sejak pertama aksi pencurian ini kami kehilangan perangkat komputer, uang tabungan siswa Rp1,700.000. Terakir ya TV dan printer sekolah itu,”katanya.

Beragam upaya juga sudah dilakuka sekolah untuk mengantisipasi tindak pencurian seperti memasang teralis di pintu dan menyemen jendela labolarotium. Namun, maling tetap saja bisa masuk. “Kami berencana meminta CCTV dari Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang agar aksi pencurian ini bisa segera terungkap,” ucapnya.

Kapolsek Tigaraksa Kompol Parmono membenarkan adanya aksi pencurian tersebut dan unit Reskrim Polsek sudah melakukan pemeriksaan di lokasi kejadian. “Saat ini kasusnya masih diperiksa unit reskrim,” kata Kapolsek.

Anggota Reskrim Polsek Tigaraksa AIPTU Benny menambahkan, pihaknya sejauh ini sudah meminta keterangan dari pihak sekolah yakni kepala sekolah, guru dan penjaga sekolah. Menurutnya berdasarkan pemeriksaan di lokasi, pelaku diduga memiliki kunci gembok teralis belakang sekolah. “Karena gembok kondisinya tidak rusak. Jadi masih kami mintai keterangan siapa saja pemegang kunci gembok teralis tersebut,” terangnya.

Pihaknya mengakui jika sekolah tersebut sudah beberapa kali mengalami pencurian. Namun, kasusnya belum terungkap lantaran jejak pelaku sulit terendus. “Untuk itu kami juga menyarankan agar sekolah tersebut memang CCTV guna membantu pengungkapan kasus ini,” pungkasnya. (aditya/jarkasih/sn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.