Pasang Tenda, Enam Bulan Buruh Duduki Pabrik

Eky-F-buruh kudeta pabrik (6)TANGERANG, SNOL—Sudah enam bulan ini, sebanyak 61 buruh PT Laksana Kurnia Sejati menduduki pabrik tempatnya bekerja di Jalan Imam Bonjol Km 2,5, Karawaci, Kota Tangerang. Mereka protes terkait tuntutan hak mereka yang belum dipenuhi manajemen.

Pabrik yang dulu tempat mereka bekerja kini “disulap” menjadi tempat apa saja. Selama menduduki pabrik itu, para buruh mendirikan tenda untuk menginap, berjualan kopi, menyewakan penitipan sepeda motor dan lainnya. Yang penting bagi mereka, meski tidak lagi digaji, mereka masih bisa makan dengan cara memanfaatkan lahan pabrik yang memproduksi tekstil untuk diekspor itu.

“Iya mas, kami akan terus berjuang menuntut hak pesangon kami meskipun manajemen sudah tak menghiraukan lagi. Karena saya sudah 14 tahun bekerja disini namun di-PHK tanpa ada pesangon sesuai PMTK,” kata Euis, salah seorang buruh.

Sebelum menduduki pabrik ini, mereka sempat menggelar beberapa kali demonstrasi sejak akhir tahun lalu. Namun hingga saat ini tuntutan mereka belum juga terpenuhi, lantaran pihak perusahaan tidak mampu membayar upah sebagian buruh yang mereka PHK tersebut.

Tidak ketemu solusinya, para buruh tetap akhirnya menduduki pabrik hingga ada solusi. Mereka nekat mendirikan tenda sebagai tempat untuk berteduh dalam menyuarakan aspirasi hak mereka.

Di tenda terpal berwarna biru yang didirikan di halaman depan pabrik itu, puluhan buruh secara bergantian menginap siang dan malam untuk tetap terus berjaga dan berjuang untuk tuntutan mereka.

Selain itu, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, para buruh yang terkena PHK tersebut memanfaatkan area luas halaman pabrik untuk penitipan motor dengan biaya Rp 3.000, dan juga membuka warung kopi yang diberi nama Warkop Solidaritas di depan pintu masuk pabrik.

Pabrik yang berdiri sejak tahun 1986 ini memang banyak menjadi tumpuan warga sekitar untuk mencari nafkah. Salah satunya Birohma (50) yang telah 20 tahun bekerja namun kini di-PHK.

Tak hanya kaum perempuan sejumlah buruh laki-laki juga berjuang hingga bermalam di tenda yang luasnya hanya 5×6 meter tersebut dengan membawa kompor dan televisi 14”. Mereka siap untuk berjuang menuntut hak mereka.

“Kami menginap disini bergiliran untuk tetap dapat terus berjuang mendapatkan pesangon yang kami estimasikan mencapai 3,4 Milyar yang mesti dibayarkan perusahaan kepada 61 orang” jelas Sanan salah seorang buruh yang telah 24 tahun bekerja.

Sementara itu, seorang mediator dari Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Tangerang, Andi Latif mengatakan, dari Maret lalu pihaknya sudah mengirimkan surat anjuran kepada PT Laksana Kurnia Sejati. “Surat sudah kami keluarkan, dan diterima oleh perusahaan. Mereka bersedia kembali untuk mempekerjakan karyawannya,” ujar Andi.

Namun, jika surat anjuran tersebut belum dilaksanakan oleh perusahaan, Andi menghimbau kepada buruh agar melanjutkan kasusnya ke Pengadilan Hubungan Industri (PHI) di Serang. Agar perusahaan mendapat ganjaran, dan buruh pun mendapat solusi. “Silahkan ke pengadilan hubungan industri di Serang, disana nanti akan diputuskan,” tandasnya. (eky fajrin/pramita/deddy/sn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.