Pengumuman Honorer K2 Banjir Protes

PANDEGLANG, SNOL-Pengumuman honorer kategori 2 (K2) di Kabupaten Pandeglang yang dilakukan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) melalui websitenya menulai protes dari ratusan tenaga honorer. Mereka mempertanyakan namanya tidak tercantum dalam pengumuman itu. Kasubid Perencanaan dan Pengembangan BKD Pandeglang, Akhmad Djuwaeni mengakui banyaknya tenaga honorer yang protes. Umumnya mereka mempersoalkan nama, jenis kelamin dan kekeliruan penulisan unit kerja/instansi. “Sanggahan adalah hal yang wajar. Dan kami membuka sanggahan itu khususnya bagi tenaga honorer maupun masyarakat,” kata Djuwaeni, Jumat (12/4).

Menurut Djuwaeni, data honorer K2 yang diinput ke website tersebut berasal dari data SKPD di lingkungan Pemkab Pandeglang yang telah disetorkan ke BKD pada bulan April 2012. ”Syarat untuk masuk honorer K2, sebagaimana dituliskan dalam SE (Surat Edaran) Menpan Nomor 5 Tahun 2012, adalah diangkat pejabat berwenang, bekerja di lingkungan pemerintahan, memiliki masa kerja selama 1 tahun minimal per 31 Desember 2005, dan bekerja secara terus menerus, usia minimal 19 tahun atau usia maksimal 46 tahun per 1 Januari 2006,” jelasnya.

Jika syarat itu tidak terpenuhi, lanjut Djuwaeni, maka tidak bisa keluar namanya lantaran untuk mengolah data honorer menggunakan software, dengan aplikasi khusus yang langsung menyaring tenaga honorer yang tidak memenuhi empat kriteria tersebut. ”Jika ada kesalahan penulisan nama, jenis kelamin atau SKPD, maka yang bersangkutan bisa melaporkannya ke BKD,” tuturnya.

Di Kota Serang, data tenaga honorer K2 di Pemkot Serang dinilai bermasalah. Dimana, terdapat sejumlah nama honorer yang tidak memenuhi keriteria masuk K2, namun terdaftar dalam katagori tersebut. Namun, Kabid Pembinaan dan Pengembangan Karir Kota Serang, R Nuriman Wibisana mengaku belum mengetahui tenaga honorer masa kerja 2008 masuk dalam honorer K2.

“Kalau tenaga honorer Pemkot Serang belum ada yang mencapai lima tahun karena mulai ada tenaga honorer itu 2008. Mungkin saja yang bersangkutan adalah pegawai pindahan dari Kabupaten Serang atau daerah lain. Tapi kami akan periksa dulu,” kata Wibisana.

Bahkan dari 882 tenaga honorer K2,  ada beberapa orang yang sudah menjadi PNS. “Untuk itu, kemungkinan berkurang jumlah tersebut karena itu data mentah yang harus dilakukan pengecekan ulang,” ujarnya. (mardiana/bagas/eman/sn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.