Bakal Calon Walikota Juga Nyaleg

TANGERANG, SNOL—Para bakal calon (balon) walikota Tangerang 2013 rupanya tidak hanya  mencoba peruntungan dalam pemilukada, namun mereka kini juga tengah bersiap merebut kursi legislatif. Menerima amanat, demikian ungkapan yang dilontarkan ketika ditanya alasan mereka bertarung di dua pemilu.

Mungkinkah para kandidat petarung kursi Tangerang 1 ini sudah merasa kalah sebelum bersaing dalam Pilkada sehingga mencari alternatif ke Pileg? “DPP memerintahkan saya agar maju dalam pemilukada, maka saya harus siap,” kata Ketua DPD PAN Kota Tangerang Suratno Abubakar ketika ditanya alasannya maju dalam Pemilukada Walikota 2013 dan Pileg 2014. Namun demikian, Suratno juga mengakui harus melakukan kalkulasi politik untuk mengetahui sejauhmana kemungkinannya menang dalam Pemilukada. “Nah, untuk itulah saya juga mendaftar sebagai caleg,” terangnya.

Selain itu, dia menegaskan, alasan lain dirinya maju dalam Pileg adalah karena permintaan DPW. “DPW khawatir kalau saya tidak maju sebagai caleg, suara PAN tidak aman. Untuk itulah saya maju dengan kata lain, baik maju sebagai balon walikota dan caleg kedua-duanya merupakan amanat,” klaimnya.

Senada, jagoan PKS dalam Pemilukada Hilmi Fuad juga maju dalam Pileg 2014. Bahkan Hilmi yang juga anggota DPRD Provinsi Banten sudah terdaftar sebagai daftar caleg sementara (DCS) dari PKS. “Ya nama saya masuk pada DCS, meski demikian saya terus maju pada pertarungan Pemilukada Kota Tangerang,” ujar Hilmi, kemarin (14/4).

Lebih jauh Hilmi mengatakan, untuk posisinya saat ini sebagai balon walikota dimana telah mengantongi restu secara lisan dari Presiden PKS, tidak mengganggunya pencalegannya. Sebab, dalam ketentuan KPU pun jelas, memperbolehkan seseorang maju sebagai calon pimpinan daerah dan juga calon legislatif.

Ketentuan itu pun katanya didukung pula oleh partainya. Meski PKS belum mengeluarkan surat rekomendasi untuk mengusung Hilmi sebagai balon walikota, dia mengaku percaya diri maju pada pertarungan keduanya. “Ya belum memutuskan, tapi pada dasarnya partai mengamanatkan saya untuk maju pada pemilu keduanya. Saya ikuti saja apa instruksi struktur,” jelasnya.

Jika PAN dan PKS memperbolehkan kadernya yang mencalonkan diri sebagai kepala daerah juga maju sebagai calon legislatif, maka tidak demikian halnya dengan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Partai berlambang banteng moncong putih ini secara tegas melarang balon kepala daerahnya mendaftarkan diri sebagai calon legislatif.

Plh Ketua DPD PDIP Provinsi Banten, Ribka Tjiptaning mengutarakan, partainya melakukan pengetatan dalam seleksi pencalegan dengan tidak memperbolehkan calon kepala daerahnya maju sebagai calon legislator. Padahal setidaknya ada tiga bakal calon walikota/wakil walikota PDIP yang juga mendaftarkan diri dalam Pileg 2014. Mereka adalah, Ketua Taruna Merah Putih (TMP) Kota Tangerang Marinus Gea, Vera Tio Rajagukguk dan anggota Komisi X DPR RI Dedy Swandi Gumelar alias Miing Bagito.

Ribka menambahkan, Hal itupun telah pula diumumkan oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP PDIP Tjahjo Kumolo, bahwa kader yang mencalonkan diri sebagai kepala daerah dilarang mencalonan diri sebagai anggota legislatif (caleg) lagi. Sebab mereka diminta berkonsentrasi pada Pemilukada. “Sebetulnya hal itu telah saya umumkan sejak lama di wilayah Banten ini agar berkosenstrasi , karena kalau double tidak baik,” ujarnya, Jumat (12/4).

Namun begitu, Ribka menambahkan ada pengecualian bagi kader PDIP yang telah gagal mengikuti ajang pemilihan kepala daerah sebelum penyerahan Daftar Caleg Sementara (DCS) seperti di Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Barat dimana PDIP mencalonkan Rieke Diah Pitaloka atau Pilgub Sumatera Utara (Sumut) yang diwakili Effendi Simbolon. (pramita/made/sn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.