Parpol Non Parlemen Belum Bersikap

LEBAK, SNOL—Sejumlah pengurus partai politik non parlemen di Kabupaten Lebak mengaku hingga saat ini belum menentukan dukungan ataupun koalisi kepada salah satu bakal calon bupati (Balonbup)/bakal calon wakil bupati (balonwabup) Lebak 2013–2018. Padahal, jika suara parpol non parlemen disatukan dikatakan bisa mengusung pasangan calon.

Seperti diketahui, parpol yang tidak mendapat kursi di DPRD Lebak namun mendapatkan suara di antaranya Partai Peduli Rakyat Nasional (PPRN) sebanyak 7.759 suara, Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) sebanyak 5.939 suara, Partai Amanat Nasional (PAN) sebanyak 8.166 suara, Partai Perjuangan Indonesia Baru (PPIB) sebanyak 3.860 suara, Partai Kedaulatan sebanyak 2.860 suara, Partai Pemuda Indonesia (PPI) sebanyak 4.483 suara, Partai Demokrasi Pembaharuan (PDP) sebanyak 10.694 suara, Partai Karya Perjuangan (Pakar Pangan) sebanyak 751 suara, Partai Matahari Bangsa (PMB) sebanyak 693 suara, Partai Penegak Demokrasi Indonesia (PPDI) sebanyak 857 suara, Partai Republika Nusantara (RepublikaN) sebanyak 4.425 suara, Partai Pelopor sebanyak 994 suara, Partai Nasional Benteng Kerakyatan Indonesia (PNBKI) sebanyak 839 suara, Partai Bulan Bintang (PBB) sebanyak 3.288 suara, Partai Patriot sebanyak 1.681 suara, Partai Kasih Demokrasi Indonesia (PKDI) sebanyak 223 suara, Partai Indonesia Sejahtera (PIS) sebanyak 2.560 suara, Partai Merdeka sebanyak 2.734 suara, dan Partai Sarikat Indonesia (PSI) sebanyak 809 suara.

“Kalau ditotalkan suara partai non-parlemen mencapai sekitar 18 persen sehingga bisa mencalonkan satu pasangan cabup-cawabup,” klaim salah satu fungsionaris DPC PPRN Kabupaten Lebak, Suhanda, Minggu (14/4).

Dikatakan Suhanda, bagi pasangan cabup – cawabup Lebak yang akan maju melalui suara partai non-parlemen (partai yang tidak mendapat kursi di DPRD Lebak) minimal harus mengumpulkan 86.729 suara. Jumlah tersebut, kata Suhanda, merupakan akumulasi 15 persen suara yang sah pada Pemilu tahun 2009 lalu di Kabupaten Lebak sebanyak 578.192 suara. “Namun kami memang hingga saat ini belum berkoalisi alias menentukan sikap,” ujarnya.

Senada dikatakan oleh salah satu fungsionaris DPC PPI Kabupaten Lebak, Mutohar. Kata dia, tidak bersatunya parpol non parlemen karena sulitnya menyatukan visi-misi dan flatform membangun Kabupaten Lebak lima tahun ke depan. “Di samping itu banyak juga beberapa parpol non parlemen didekati oleh para tim sukses Balonbup Ide (Iti Octavia Jayabaya – Ade Sumardi-red) dan HAK (Amir Hamzah – Kasmin),” tukasnya, seraya menegaskan pihaknya ke depan akan mengumpulkan para pengurus parpol non parlemen untuk menyatukan visi.

Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Lebak CR Nurdin mengatakan, sesuai dengan Undang-Undang (UU) Nomor 8 tahun 2012 tentang Pemilu, parpol atau gabungan parpol yang berhak mencalonkan pasangan cabup-cawabup minimal mendapatkan 15 persen kursi di DPRD Lebak atau 15 persen suara yang sah. Kata Agus, keputusan tersebut tidak bisa diganggu gugat. “Mungkin sekarang pasangan balonbup yang tidak didukung partai parlemen bisa merapat ke parpol non parlemen,” katanya. (mg8/made/sn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.