Konvensi Bisa Jadi “Jebakan Batman” untuk Tokoh Nasional

JAKARTA,SNOL Idealnya, syarat 20 persen kursi parlemen untuk mencalonkan tokoh di Pilpres dihapuskan. Jika aturan itu dipertahankan, mencari capres yang sesuai keinginan masyarakat adalah sesulit mencari jarum dalam jerami.

“Saya orang yang meminta syarat 20 persen diubah. Seharusnya parpol yang menjadi peserta pemilu wajib mencalonkan presidennya,” ujar Direktur Eksekutif Indo Barometer, Muhammad Qodari, dalam Dialog Kenegaraan “Format Ideal Mencari Pemimpin 2014”, di gedung DPR, Jakarta, Rabu (17/4).

Bila demikian, perdebatan mencari format menjaring capres akan selesai lewat UU. Namun, sampai saat ini parpol yang hampir pasti memajukan tokoh ke Pilpres adalah Partai Golkar dan PDI Perjuangan.

“Parpol lainnya masih mengalami kesulitan. Dalam konteks ini ide konvensi menjadi menarik karena itu salah satu cara, terutama bagi tokoh yang tidak punya kendaraan (parpol),” terangnya.

Metode konvensi pun menjadi penting untuk dipikirkan. Motode itu harus disampaikan kepada para tokoh yang akan maju sehingga mereka tahu peluang untuk menang atau kalah. Jangan sampai para tokoh cuma dimanfaatkan oleh parpol.

“Sekilas konvensi bagus, tapi jangan-jangan ‘jebakan batman’, sekadar untuk mendorong mobil mogok sebab ketua umum parpol mendominasi,” ucapnya.

Ide konvensi yang datang dari Ketua Umum Partai Demokrat, SBY, dianggapnya cukup cemerlang. Namun, kembali lagi metode dari konvensi harus transparan dan adil.(ald/rmol)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.