Banten Usul UN SMP Ditunda

SERANG, SNOL Amburadulnya pelaksanaan Ujian Nasional (UN) tahun ini, membuat berbagai kalangan gerah, marah, gemas dan bahkan tak habis pikir.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten punya cara tersendiri menyikapi pelaksanaan UN yang amburadul itu. Yakni mengusulkan agar pelaksanaan UN SMP yang direncanakan digelar pada 22 hingga 25 April serentak seluruh Indonesia, ditunda.

Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Provinsi Banten, Hudaya Latuconsina, Rabu (17/4) mengatakan, usulan itu lahir berdasarkan pengalaman UN SMA yang saat ini berlangsung dan banyak ditemukan kendala di lapangan. Menurut Hudaya, Banten mengusulkan UN SMPditunda dua sampai tiga hari.

“Kami sudah membuat surat agar pelaksanaan UN SMP ditunda, dan siap untuk disampaikan ke Mendikbud,” kata Hudaya.
Surat yang menunggu ditandatangani Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah itu isinya mendesak agar UN SMP ditunda secara nasional, bukan hanya untuk di Banten.

“Pelaksanaan UN SMA kali ini banyak sekali permasalahan di daerah. Bahkan ada 11 provinsi yang pelaksanaan UN ditunda. Kami mengusulkan agar kalau ada satu daerah yang belum siap, lebih baik pada UN SMP yang akan dilaksanakan pekan depan ditunda saja,” ujarnya.

Ketika ditanya pelaksanan UN SMA di hari ketiga kemarin, Hudaya mengakui masih permasalahan di kabupaten/kota seperti kekurangan naskah soal, kekurangan lembar jawaban. “Di hari ketiga ini, UN masih belum nyaman dan masih ditemukan masalah, namun masalahnya tidak serumit hari-hari sebelumnya,” katanya.

Sesuai dengan standar operasional, lanjutnya, masalah itu dapat teratasi dengan melakukan pengcopian, dan memberikan penambahan waktu kepada siswa. “Kalau yang menunggu copian soal maupun lembar jawaban komputer (LJK), siswa diberi tambahan waktu disesuaikan dengan lamanya proses pengcopian,” katanya.

Terpisah, Sekretaris UN Banten, Rudi Darmawan mengungkapkan, selain kekurangan naskah soal dan LJK, ada juga siswa yang mendapatkan LJK tidak sesuai dengan mata pelajaran, sehingga harus diulang pada UN susulan.

“Jumlahnya saya lupa ada berapa siswa dan di sekolah mana. Tapi yang jelas, pelaksanaan UN hari ketiga ini, ada siswa yang terpaksa harus melakukan UN susulan, karena menjawab soal UN pada lembaran jawaban yang salah,” tandasnya.

Terkait rencana itu, Rektor Universitas Tiirtayasa (Untirta) Serang yang juga pengawas UN SMA, Soleh Hidayat berpendapat bahwa rencana usulan itu sebaiknya menunggu perkembangan dari pihak percetakan. “Kalau saya sih berharap UN SMP tetap dilaksanakan sesuai jadwal. Tapi kalau memang nanti kondisi di percetakan naskah UN SLTP masih seperti kesiapan naskah UN SMA, maka lebih baik ditunda,” tegasnya.(pramita/rus/igo/fat/deddy/bnn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.