Marzuki Alie: KPK Hati-hati Terapkan TPPU

JAKARTA,SNOL Ketua DPR Marzuki Alie  meminta KPK agar membedakan antara tindak pidana pencucian uang (TPPU) dan hal-hal yang bersifat sosial kemasyarakatan.
Hal itu dikatakanya berkaitan tindakan KPK terhadap kasus impor daging sapi dengan tersangka Ahmad Fathanah. Komisi itu menyita mobil dan benda-benda pemberian Ahmad Fathanah kepada sejumlah perempuan.
Dikhawatirkan tindakan KPK tersebut juga diberlakukan kepada lembaga sosial yang mendapatkan sumbangan dari para dermawan,  yang ternyata adalah koruptor.
”Banyak juga pejabat itu yang menjadi ketua panitia pembangunan masjid ataupun lembaga-lembaga sosial. Dalam membangun mesjid misalnya kan tidak mungkin penerima menanyakan kepada orang yang menyumbang ini duit darimana asalnya, apakah ini hasil korupsi atau tidak. Orang menyumbang yah kita terima dengan niat baik dan kita tidak pernah klarifikasi. Tapi yang jelas uang itu disalurkan untuk kepentingan masyarakat. Jangan sampai ini membuat orang takut membangun masjid, ataupun tempat ibadah lainnya dan lembaga sosial,” kata Marzuki Alie dalam rilis Minggu (2/6).
Menurut dia,   yang bisa kena TPPU adalah pantia pembangunan rumah ibadah  yang  bersekongkol dengan koruptor. Juga kalau ada pengembalian uang yang dimasukkan masjid sebagai investasi  duniawi.
Marzuki setuju kalau hal itu termasuk dalam pencucian uang. Dia pun menilai pemberian-pemberian uang kepada wanita-wanita teman dekat Fathanah bukanlah pencucian uang.
”Yah misalnya ada seorang koruptor membeli bakso dari uang hasil korupsi, masak dikatakan itu TPPU? Orang jualan bakso kan harus dibayar, masak tukang baksonya harus ditahan? Contoh lain kalau dia kasih keponakannya masak itu TPPU? Bagaimana kalau uang korupsi itu dipakai oleh koruptor untuk memasang iklan?Apakah media yang kena TPPU?”, katanya.(dry/rmol)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.