SBY Dinilai Gagal Jalankan Nilai Pancasila

JAKARTA,SNOL Elit politik, partai politik, dan penyelenggara negara sekarang ini tak mencerminkan Pancasila dalam berprilaku. Bahkan kebijakan  yang dikeluarkan tak mencerminkan nilai-nilai  yang dikandung dari Pancasila.

Presiden SBY termasuk  dinilai gagal menjalankan  nilai-nilai Pancasila  tersebut. Dari fakta itu, Pancasila  terkesan hanya  tinggal kemasan, bahkan seperti bangkai yang dibiarkan mati, tanpa semangat dan ruhnya dalam kehidupan berbangsa, dan bernegara ini, kata pengamat politik UI Boni Hargens,  dalam dialog kepemimpinan di Jakarta, Minggu (2/6).

“Itu dipertegas lagi dengan praktek politik, ekonomi, pendidikan, social budaya, dan sebagainya yang mengikuti Negara-negara maju, tapi gagal secara subtanstif,” ttegas.

Padahal lanjut Boni, Pancasila itu sumber nilai bagi berbagai kebijakan politik, ekonomi, pendidikan, sosial budaya, dan program pembangunan yang mengutamakan kepentingan rakyat, bangsa, dan Negara. Presiden SBY tegasnya,  gagal mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila dalam berbangsa dan bernegara.

Untuk itu penghargaan sebagai negarawan dunia dari ACF  (Appeal of Conscience Foundation) yang dinilai mampu menjaga toleransi dalam berbangsa, dan bernegara dinilai Boni, itu merupakan lelucon yang mengerikan. Mengapa?

Menurut dia,  pada saat yang bersamaan saat penghargaan itu diberikan  di Indonesia, masih terjadinya perusakan, pembakaran, diskriminasi bahkan pembunuhan terhadap muslim Ahmadiyah, Syiah, dan gereja-gereja di Indonesia.

“Semua  itu akibat tak menjadikan Pancasila sebagai spirit dalam berbangsa,” demikian Boni Hargens.

Tolak Caleg dan Capres Tak Pancasilais
Sementara pakar hukum tata Negara Margarito ditempat yang sama mengatakan rakyat Indonesia harus menolak calon legislatif (caleg) DPR, DPD dan DPRD, bahkan capres sekalipun jika memiliki jejak rekam sebagai seorang  yang tidak Pancasilais.

Menurut dia, Pancasila dan ruhnya sangat penting dalam berbangsa dan bernegara.  Bagi anggota DPR, DPD, DPRD dan presiden  menjiwai Pancasila dalam melaksanakan tugasnya.

“Caleg dan Capres 2014 sebagai calon pemimpin bangsa ini harus-harus benar ditakar jejak rekamnya terhadap pelaksanaan Pancasila, agar tujuan reformasi yang diantaranya mewujudkan penegakan hukum, pemberantasan korupsi, kesejahteraan, keadilan dalam berbangsa, dan bernegara itu benar-benar terwujud. Di mana Pancasila yang bisa menentukan arah bangsa ke depan,” kata Margarito.

Untuk itu, dia berharap pada Pemilu dan Pilpres 2014 melahirkan pemimpin  yang tidak membiarkan  bangsa ini terkepung oleh kapitalisme, neoliberlaisme, dan imperialisme.(dr/rmol)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.