Situs Bung Karno Jangan Jadi Monumen Mati

Pesan Wapres Saat Peresmian Monumen Bung Karno di Ende
ENDE,SNOL-Wakil Presiden Boediono mengingatkan agar situs dan taman permenungan dan patung Bung Karno yang di resmikan,Sabtu (1/6), jangan menjadi monumen mati. Disebutkan kedua situs tersebut hendaknya menjadi kebanggaan kota Ende, kebanggaan NTT dan Indonesia. Karena dari  tempat ini kita banyak belajar tentang sejarah lahirnya Pancasila.
Demikian Wakil Presiden Boediono saat meresmikan Situs Pengasingan Bung Karno serta taman Permenungan dimana dibangun patung Bung Karno di Kota Ende, Flores-NTT, kemarin (1/6).
Selain meresmikan kedua situs tersebut, kehadiran Wapres bersama Ibu Herawati dan juga Ketua MPR RI, Taufik Kiemas itu juga dalam rangka memperingati pidato Bung Karno 1 Juni, yang tiap tahunnya diselenggarakan di Gedung MPR dan untuk pertama kali dilakukan di  luar Jakarta yakni di Kota Ende.
Wapres Boediono mengatakan, situs yang diresmikan tersebut merupakan tempat bersejarah, tempat bagi seluruh warga masyarakat terutama generasi muda untuk datang belajar, menghayati gagasan Bung Karno. “Dan lebih penting lagi, agar semua kita bersatu dalam perbedaan,” kata Boediono.
Menurut Boediono, dirinya merasa sedih  karena masih banyak konflik yang terjadi di negara ini meski kita hidup dalam kebhinekaan dalam persatuan.
“Kebhinekaan dalam persatuan tidak bisa dihilangkan karena kebhinekaan itu lahir sudah jauh-jauh hari apalagi di pertautkan dengan persatuan. Karena itu, nilai-nilai Pancasila hendaknya terus terpatri di dalam dada kita terutam generasi muda jaman ini,” ajak Boediono.
Dalam kesempatan tersebut, Boediono juga menyampaikan aspirasinya dan penghaargaan tinggi karena mendapat kehormatan meresmikan situs tersebut setelah melalui tahap restorasi dan renovasi.
Sementara itu Ketua MPR RI Taufik Kiemas mengatakan, peringatan Pidato Bung Karno 1 Juni 2013 yang di selenggarakan bertepatan dengan pengresmian situs Bung Karno merupakan saat dan hari yang monumental.
“Hari ini (kemarin, red) merupakan hari yang indah dalam kebersamaan sebagai bangsa dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia. Momen ini juga merupakan momen refleksi terhadap cikal bakal lahirnya Pancasila, dimana Pancasila dikandung dalam rahim di Kota Ende,” ungkap Taufik.
“Hal ini seperti yang di sampaikan Bung Karno saat kembali ke Ende tahun 1950 dalam suatu pidato yang mengatakan ,”dibawah pohon sukun inilah saya menemukan butir-butir Pancasila”. Karena itulah Ende sebagai rahim Pancasila,” tambah suami dari putri Bung Karno, Megawati Soekarnoputri itu.
Lebih jauh Taufik mengatakan, dengan memperingati pidato Bung Karno 1 Juni  diharapkan pesan moral bisa disampaikan agar sejarah Pancasila sebagai idiologi bisa di pahami seluruh masyarakat Indonesia.
Usai peringatan pidato hari lahir Pancasila, 1 Juni, dilanjutkan dengan peresmian dan pembukaan selubung patung Bung Karno di taman Rendo, tepatnya di sekitar pohon sukun, dimana Bung Karno merenungkan butir-butir Pancasila.
Selanjutnya Wakil Presiden bersama Ketua MPR menuju situs Rumah Pengasingan Bung Karno dan melakukan kunjungan setelah selesai direnovasi.  Usai peninjauan situs Rumah pengasingan Bung Karno, Wapres, Ibu Herawati Boediono langsung menuju Bandara Haji Hasan Areobusman untuk seterusnya menuju Sumbawa, Nusa Tenggara Barat menggunakan pesawat kepresidenan BAe RJ-85.
Sementara itu, Ketua MPR Taufik Kiemas bersama rombongan anggota MPR RI lainnya setelah berisitraht di rumah jabatan selanjutnya menuju RRI Stasiun Ende guna mengikuti pementasan Tonil yang merupakan gubahan dari Bung Karno ketika diasingkan di Ende dengan judul “Dokter Seytan”.
Warga Ende dan sekitarnya begitu antusias menghadiri Peringatan pidato Bung Karno  1 Juni dan pengresmian situs Bung Karno. Ratusan bahkan ribuan warga kota memadati tribun Timur lapangan Pancasila. Meski panas menyengat, masyarakat tidak bergeser sebelum acara usai. (kr7/aln/jpnn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.