Dibacok Rampok, Kades Pura-pura Mati

LEBAK, SNOL Rumah kepala desa (Kades) Kades Banjarsari, Kecamatan Lebakgedong, Lebak, Anis Mujtahidin (42), disatroni gerombolan perampok bersenjata golok dan pistol.

Selain menguras hartanya, Sabtu (1/6) dinihari itu para perampok yang diperkirakan lebih dari 10 orang itu, melukai Anis beserta istri Mimin Mintarsih (37) dan anak sulungnya, Nurul Ajis (20).

Ketiga korban yang dirawat di RSUD Adjidarmo, Rangkasbitung, mengalami luka serius di sekujur tubuhnya akibat bacokan golok dan sabetan celurit.Selain dihujani bacokan, korban juga dilempar dari lantai dua rumahnya.

Azis (38), adik korban mengatakan, para perampok masuk lewat jendela. Setelah berhasil memasuki rumah, mereka memasuki salah satu kamar yang diisi oleh Fikri (14), keponakan korban.

Fikri yang terlelap tidur terjaga ketika kamarnya dimasuki beberapa orang bertopeng. Sebelum bisa berbuat banyak, Fikri langsung dibekap mulutnya dan diikat tangan dan kakinya. Perampok  mengancam akan menembaknya, jika tak memberitahukan kamar Anis.

Fikri terpaksa menunjukan kamar pamannya yang berada di lantai dua. Para perampok langsung menuju kamar Kades yang juga dikenal sebagai pengusaha dan seorang kontraktor.

Kawanan perampok ini menghujani tubuh Anis dengan bacokan. Demikian juga Mimin Mintarsih (37), istrinya, yang berada di sampingnya, tak luput dari aksi sadis para perampok itu.

Di bawah ancaman senjata, Mimin dipaksa menunjukan tempat uang dan barang-barang berharga miliknya. Seluruh uang dan perhiasan berupa emas serta beberapa laptop dan handphone diambil paksa.

Para perampok kembali meminta Mimin menunjukan harta benda lainnya. Namun Mimin mengatakan, tak ada lagi uang dan emas yang disembunyikan. Rupanya jawaban Mimin membuat salah satu dari perampok itu murka. Dia langsung menyabetkan cerulit ke arah perut sebelah kiri Mimin. Seketika itu Mimin ambruk bersimpah darah.

Dalam waktu yang bersamaan, aksi keji para perampok juga terjadi di kamar Nurul Ajis. Anak sulung korban dihujani bacokan di sekujur tubuhnya. Korban yang menderita sejumlah luka dilemparkan dari lantai dua rumahnya, sehingga kondisinya kritis akibat luka yang sangat parah.

Sekitar setengah jam setelah pembantaian berlangsung, para perampok sadis tersebut pergi meninggalkan rumah sang Kades. Fikri yang diikat tangan dan kakinya berusaha melepaskan diri. Setelah berhasil melepaskan diri, dia segera meminta pertolongan kepada warga sekitar.

Adik korban lainnya, Dadeng (35) mengatakan, saat dirinya diberitahu Fikri, dia mendatangi kediaman kakaknya. Tiba di rumah Kades, Dadeng melihat kakaknya beserta istri dan anaknya itu sudah terluka parah. Dia bergegas membawa ketiga korban ke RS Adjidarmo Rangkasbitung untuk mendapatkan perawatan medis.

“Anis berpura-pura mati saat diserang pelaku, sehingga pelaku meninggalkannya begitu saja, padahal ia mengalami luka berat dan mendapatkan penanganan tim medis,” paparnya.

Barang-barang berharga yang ada di rumah korban, kata Dadeng, habis dikuras. Seperti uang, perhiasan dan sejumlah barang lainnya.

Polisi yang mendapat laporan, langsung melakukan olah TKP Sabtu (1/6). Dari hasil olah TKP terungkap para permapok itu berjumlah lebih dari 10 orang. Mereka berlari ke arah Bogor, tepatnya lewat jalan Sukajaya, Cigudeg menggunakan sebuah mobil.

Kasat Reskrim Polres Lebak AKP Wiwin Setiawan menyatakan, sementara hasil olah belum didapat adanya modus lain. Pihaknya masih menganggap kasus tersebut murni perampokan.

Polisi belum bisa memintai keterangan secara mendetail dari para korban, lantaran luka parah yang dialami ketiganya. Diperkirakan uang dan barang berupa perhiasan emas yang digondol para perampok tersebut mencapai Rp100 juta lebih.

“Pelaku masih dalam pengejaran. Sementara ini, kami melihat ini motif kriminal murni. Kami masih akan mendalaminya dengan memeriksa saksi,” kata AKP Wiwin. (mardiana/deddy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.