10 SKPD Baru Serap Anggaran di Bawah 10 Persen

SERANG,SNOL Sepuluh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di Pemprov Banten baru menyerap anggaran di bawah 10 persen hingga pertengahan tahun 2013 ini.

SKPD tersebut adalah Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinakertrans), Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), Badan Pemberdayaan Perempuan dan Masyarakat Desa (BPPMD), Badan Perpustakaan Daerah (Perpusda), Biro Kesejahteraan Rakyat ( Biro Kesra).

Anggaran yang dikelola SKPD mitra kerja Komisi V DPRD Provinsi Banten itu tidak kurang dari 40 persen dari total APBD Banten tahun anggaran 2013 senilai Rp 6 triliun lebih.

“Rendahnya penyerapan diketahui, setelah kami melakukan evaluasi program dan kegiatan,” kata Ketua Komisi V DPRD Provinsi Banten, Media Warman di Gedung DPRD Banten di KP3B, Curug Kota Serang Senin (3/6).

Rendahnya tingkat penyerapan anggaran tersebut, lanjut Media, disebabkan kesiapan perencanaan kegiatan kurang maksimal. Terutama kegiatan fisik yang bersentuhan langsung dengan masyarakat seperti pengadaan alat kesehatan, obat, bantuan pendidikan dan yang lain.

”Rendahnya tingkat penyerapan anggaran itu menghambat program pembangunan yang direncanakan Pemprov Banten. Tapi kalau untuk tingkat penyerapan anggaran belanja pegawai cukup tinggi,” ujarnya.

Politisi Partai Demokrat ini tidak merinci APBD Banten yang dikelola para SKPD tersebut. ”Dokumen APBD-nya ada di ruangan. Yang jelas APBD untuk Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan di atas Rp 200 miliar lebih. Kalau sisanya di bawah itu. Dan untuk meningkatkan penyerapan anggarannya kami sudah meminta kepada pelaksana dan pengguna anggaran untuk segera melaksanakan kegiatan,” imbuhnya.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten, Djadja Buddy Suhardja mengaku masih rendahnya tingkat penyerapan anggaran tersebut. Ia beralasan saat ini beberapa kegiatan yang dilakukan Dinas Kesehatan baru memasuki tahap lelang.

“Dana yang kami kelola itu tidak hanya bersumber dari APBD Banten, juga bersumber dari APBN,” kata Djadja, tanpa merinci alokasi anggaran tersebut.

Pernyataan serupa disampaikan Kepala Disnakertrans Provinsi Banten, Erik Syehabudin. Menurut ia, kegiatan bersumber dari anggaran tersebut saat ini tengah dijalankan. “Kami terus berusaha meningkatkan penyerapan anggarannya. Baik untuk kegiatan pelatihan maupun kegiatan lain,” kata Erik. (eman)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.