PAD Bisnis Hiburan Tangsel Capai Rp13,8 M

TANGSEL,SNOL Terus berkembangnya bisnis hiburan di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) berimbas positif bagi pemasukan asli daerah (PAD) setempat.

Dari sektor hiburan saja jika pada tahun 2011 hanya Rp7,9 miliar melonjak menjadi Rp 13,8 miliar di tahun 2012. Bahkan untuk triwulan pertama tahun ini, pendapatan dari hiburan sudah mencapai Rp 5,7 miliar.

“Total kami mendapakan pemasukan hingga Rp5,3 miliar triwulan pertama ini saja dari sektor pajak hiburan ini. Pemasukan itu kami upayakan terus meningkat seiring pembangunan pusat-pusat hiburan baru di Tangsel,” jelas Uus Kusnadi, Kepala Dinas Pendapatan Pengelolaan Asert dan Keuangan Daerah (DPPKAD) Kota Tangsel, Senin (3/6).

Uus menjelaskan, pemasukan terbesar Tangsel pada triwulan pertama dari hiburan tahun ini, didapatkan dari sektor bioskop yang mencapai Rp 2,9 miliar disusul hiburan ketangkasan, karaoke, refleksi, billiard, dan bowling diurutan selanjutnya.

“Pemasukan triwulan pertama untuk karaoke Rp317 juta, billiard Rp38 juta, boling Rp26 juta, ketangkasan Rp1,6 M, dan refleksi Rp313 juta,” bebernya.

Uus menambahkan, pendapatan sektor hiburan ini secara keseluruhan, terus mengalami kenaikan dari tahun ketahun. Tercatat, mulai tahun 2010 lalu, PAD Tangsel dari sektor bisnis hiburan mencapai Rp3,9 miliar, tahun 2011 naik menjadi Rp7,9 miliar, dan tahun lalu mencapai Rp 13,8 miliar. “Kenaikan PAD-nya rata-rata hampir 100 persen per tahun,” beber Uus.

Menurut Uus, naiknya pajak sektor hiburan ini sejalan dengan membaiknya sistem pelayanan yang diberikan pemerintah serta meningkatnya kesadaran dari pelaku usaha. Selain itu, hiburan juga sudah jadi salah satu kebutuhan nomor dua, setelah kebutuhan primer warga Tangsel. “Secara ekonomis, warga Tangsel cukup mampu menikmati hiburan karena sumber ekonominya juga terus meningkat,” tandasnya.

Kabid Pendapatan Non PBB pada DPPKAD Kota Tangsel Khusnul Amanah menambahkan, secara teknis, pajak yang dikenakan kepada kelangan pebisnis ini cenderung masih belum besar di Tangsel.

“Paling tinggi pajak kami kenakan untuk bisnis karoke, hingga 30 persen. Sedang untuk bioskop sebagai sumber pemasukan tersebsar kami kenakan pajak 15 persen, billiard 20 persen, boling 25 persen, ketangkasan 25 persen, dan refleksi 20 persen,” jelasnya.

Buyung salah satu pengusaha huburan billiard di Tangsel mengatakan, bisnis hiburan billiard memang masih jadi salah satu tempat yang paling mudah dijangkau kalangan bawah dan menengah di Tangsel. Makanya, sektor bisnis ini masih bisa diandalkan untuk memenuhi hasyrat kebutuhan hiburan warga.

“Selain berbisnis, hiburan ini juga salah satu olah raga yang digemari, jadi cukup diminati di Tangsel. Selain itu, bisnis hiburan di Tangsel ini cukup kondusif dan tidak banyak gangguan,” jelasnya. (pane/hendra)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.