KH Said Aqil Siroj: Taufiq Santri yang Santun Berpolitik

211537_188477_Said_Aqil_NUJAKARTA,SNOL- Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menyampaikan rasa belasungkawa mendalam atas wafatnya Ketua MPR RI, Taufiq Kiemas. Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj menyebut almarhum sebagai santri yang menjunjung nilai-nilai kesantunan dalam berpolitik.
“Pak Taufiq pernah umroh bareng dengan saya, haji juga bareng, dan saya tahu persis beliau fasih membaca Al Quran, salatnya juga rajin. Pantas jika beliau disebut santri yang taat beribadah,” kata Kiai Said di Jakarta, Sabtu (8/6).
Kesantrian seorang Taufiq, lanjut Kiai Said, ditunjukkan tidak hanya ketika menjalankan ibadah di tanah suci. “Kesehariannya beliau juga dermawan. Saya atas nama pribadi dan Nahdlatul Ulama merasa sangat kehilangan. Semoga amal beliau diterima dan semua dosa-dosanya diampuni oleh Allah SWT,” lanjutnya.
Said juga mengenang sosok Taufiq kiemas saat masih muda yang juga aktivis. Ketika akhirnya menikahi Megawati Soekarnoputri, jiwa aktivis dituangkanĀ  dalam memperjuangkan PDI dari kedzoliman pemerintahan Orde Baru.
Ketaatan beribadah Taufiq Kiemas juga terefleksi dalam politik yang dijalankannya. TK, demikian almarhum biasa disapa, dikenal sebagai politisi yang santun.
“Sekarang ketika Bu Mega belum bisa sepenuhnya akur dengan Pak SBY, Pak Taufiq berkenan menjadi Ketua MPR RI, menjembatani, jadi penengah antara kepentingan partainya dengan pemerintah. Tidak semua politisi bisa seperti itu,” urai Kiai Said.
Aspek kesantrian lain dari sosok Taufik Kiemas dalam berpolitik juga tercermin dari usulannya mendirikan Baitul Muslimin, sayap PDIP untuk mewadahi kader partai yang beragama Islam. “Ketika belum banyak partai politik memiliki sayap untuk kadernya yang muslim, Pak Taufiq sudah mengusulkan dibentuknya Baitul Muslimin di PDIP. Itu luar biasa,” tegas doktor tasawuf lulusan Universitas Ummur Qura”, Mekah itu.
Di bidang kenegaraan, Kiai Said mengenang Taufiq dari pemikirannya meneguhkan empat pilar sebagai penopang kehidupan berdemokrasi. “Dari pemikirannya tersebut, bersama saya dan Pak Djoko Suyanto, Pak Taufiq dianugerahi gelar Tokoh Perubahan oleh Republika,” pungkasnya. (fat/jpnn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.