Buruh Tewas Ditembak Usai Cekcok di Jalan

CIKUPA, SNOL Aksi penembakan misterius (Petrus) terjadi di Jalan Raya Serang Km 14,4, Desa Dukuh, Cikupa, Kabupaten Tangerang, Sabtu (8/6) malam.
Subhan Nurhardiansyah (35), buruh PT Aditek Cakrawiyasa Quantum di Kawasan Industri Jatake, Kota Tangerang tewas setelah ditembak pria tak dikenal usai pulang kerja.
Kapolsek Cikupa, Kompol Bresman Daniel mengatakan, korban Subhan warga Desa Talaga Sari RT 03/01 Cikupa tewas pada Minggu (9/6) sekitar pukul 06.30 Wib di Ciputra Hospital, Citra Raya karena luka tembak di bagian kepala dan paha yang sangat parah.
“Usai kejadian korban kritis dan sempat dirawat di Ciputra Hospital, namun akhirnya meninggil pagi tadi, (kemarin),” kata Daniel saat dihubungi Satekit News, Minggu (9/6).
Daniel mengungkapkan, kejadian naas yang menimba Subhan itu sekitar pukul 23.45 WIB. Saat itu, korban yang baru pulang dari pabrik yang memproduksi kompor tiba-tiba berhenti di Jalan Raya Serang.
“Menurut saksi mata korban berhenti di tepi jalan karena ada motor lain yang menghentikannya. Dan mulailah cekcok mulut antara keduanya,” ucap Daniel.
Usai terlibat cekcok, korban yang saat itu menaiki motor Kawasaki Ninja Warna Merah B-6824-GCL langsung ditembak pelaku, yang turun dari motor yang dikemudikannya. Pelaku yang menurut saksi mata menggunakan helm dan jaket itu menembak korban dua kali.
“Terdengar tembakan dua kali, korban langsung terkapar bersimbah darah, dengan luka di paha kiri dan pipi bagian kanan,” jelas Daniel.
Kejadian yang berlangsung cepat itu membuat pelaku sulit teridentifikasi dan berhasil melarikan diri. Tak lama warga menemukan korban dan melaporkan kejadian ini ke Polsek Cikupa hingga dilarikan ke Ciputra Hospital. Hasil pemeriksaan proyektil peluru bersarang di kepala serta peluru di bagian paha tembus.
“Korban yang luka parah ini langsung kritis, hingga akhirnya meninggal,” papar Daniel.
Usia kejadian polisi langsung mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk mengumpulkan bukti-bukti dan mencari saksi. Serta membuat pengantar visum dan memasang police line di TKP.
“Barang bukti yang kami amankan yakni 1 unit sepeda motor korban jenis Kawasaki Ninja warna merah, 2 pecahan proyektil peluru, 1 ID card karyawan milik korban,” tandas Daniel.
Dalam pemeriksaan di TKP, Daniel tidak menemukan selongsong peluru. Pihaknya menduga senjata yang digunakan pelaku merupakan senjata rakitan.
“Kalau melihat jenis peluru yang digunakan itu sepertinya jenis re-volver, tapi ya kami belum bisa pastikan butuh pemeriksaan lebih lanjut. Pelaku juga kami belum ketahui, apakah dia warga biasa atau aparat. Yang jelas pelaku tidak berniat merampok korban. Motifnya juga belum jelas, apakah dendam atau kesal,” pungkasnya. (aditya/deddy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.