Tersangka Bentrok Alam Sutera Jadi 11

TANGERANG, SNOL Jumlah tersangka kasus bentrokan di kawasan perumahan Alam Sutera, Serpong Utara, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) bertambah.

Jika sebelumnya hanya dua orang, kini Polres Kota Tangerang menambah 9 orang lagi sebagai tersangka bentrokan yang terjadi pada Kamis (6/6) lalu itu.

“Ke 11 orang yang diamankan statusnya sudah ditetapkan sebagai tersangka,” kata Wakasat Reskrim Polres Kota Tangerang, AKP Endang, Minggu (9/6).

Kapolres Kota Tangerang Kombespol Bambang Priyo Andogo merinci, ke-11 orang yang diamankan tersebut masing-masing M bin S (43) tukang ojek, SP alias SL bin SS (27) pedagang, SD alias BT alias W (42) pengangguran, J (40) buruh, M (50) kuli.

“Tindakan yang dilakukan adalah tindakan preman, intimidasi, dan perusakan. Ini kan tidak mencerminkan jiwa seorang yang agamis dan religius,” ujar Kapolres. Saat ini, lanjut Kapolres, polisi masih memburu dua orang tokoh yang diduga sebagai penggerak aksi massa tersebut, yaitu IS (43), dan MP (40).
Salah satu tim pengacara Alam Sutera, Kamaruddin menyesalkan bentrokan itu. Padahal, jelas Kamaruddin, Alam Sutera sudah membeli lahan seluas 2,3 hektar itu dari seorang ahli waris bernama Joy bin Logo.

“Tanah tersebut sudah dibeli dari 1984 dari seorang ahli waris bernama Joy bin Logo. Sudah ada sertifikatnya, tidak ada sangkut pautnya dengan Munting atau FPI, serta berbagai ormas lainnya,” tegas Kamaruddin, saat dihubungi Satelit News, Minggu (7/6).

Kamaruddin menjelaskan, pihak manapun yang merasa memiliki lahan seluas 2,3 hektar tersebut, bisa melayangkan gugatan secara hukum. “Negara ini kan negara hukum, klien kami pun sudah menempuh dan menjalani setiap langkah berdasarkan hukum yang berlaku. Bila memang ada pihak yang merasa sebagai pemilik atau haknya terampas, bisa menggugat secara hukum,” ujar Kamaruddin. (pramita/deddy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.