Indonesia Minta Ganti Rugi ke Pemerintah Saudi

F-MENAG SURYADHARMA ALI-JPNNJAKARTA,SNOL Indonesia akan meminta ganti rugi kepada pemerintah Arab Saudi apabila pemotongan kuota jamaah haji benar-benar diterapkan. Sebab, 42.200 calon jemaah haji Indonesia bisa gagal menunaikan ibadah haji.
“Ada keterlambatan pemberitahuan, kita akan minta kompensasi ke sana, mereka harus bayar. Kalau kebijakan disampaikan awal tahun beda cerita,” kata Menteri Agama Suryadharma Ali dalam jumpa pers di kantor Kementerian Agama (Kemenag), Jakarta, Rabu (12/6).
Pemberitahuan pemotongan kuota jamaah haji disampaikan Kementerian Haji Kerajaan Arab Saudi melalui surat tertanggal 6 Juni 2013. Padahal, ujar Suryadharma, saat ini persiapan untuk ibadah haji sudah hampir rampung.
Bahkan masa pelunasan biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH) juga sudah lewat. “Kerugian pemerintah dan jamaah ini harus mereka bayar,” tegas Ketua Umum PPP tersebut.
Saat ini Kemenag masih berusaha melobi pemerintah Arab Saudi untuk memberikan keistimewaan bagi jamaah Indonesia. Dalam waktu dekat, Suryadharma akan terbang ke Arab untuk membicarakan langsung mengenai hal ini.
Suryadharma membutuhkan waktu paling lama 2 minggu untuk melobi pemerintah Arab Saudi. Apabila pihak kerajaan Arab setuju membatalkan kebijakannya maka pemerintah Indonesia menjamin jamaahnya tidak akan membuat kenyamanan beribadah di Masjidil Haram menjadi terganggu.
“Kalau kita betul-betul tidak dipotong maka akan diatur agar jamaah Indonesia tidak datang secara bersamaan,” pungkas Suryadharma.
Seperti diketahui pemerintah Arab Saudi mengurangi kuota jamaah haji Indonesia 2013 sebesar 20 persen. Dengan demikian sebanyak 42.200 calon jemaah haji Indonesia terancam gagal menunaikan ibadah haji. Kuota jamaah haji Indonesia pada tahun 2013 menjadi 168.800 jamaah dari semula 211.000 jamaah.(dil/jpnn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.