Marah, Hakim Minta Saksi Jadi Tersangka

JAKARTA,SNOL Majelis hakim yang diketuai oleh Nawawi Ponolango mempertanyakan status Direktur PT Prasasti Mitra, Sutikno, kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK.
“Status saksi sudah sebagai tersangka JPU?” tanya Nawawi ke tim Jaksa KPK dalam sidang lanjutan proyek pengadaan alat kesehatan dan perbekalan dalam rangka wabah flu burung Tahun Anggaran 2006, dengan terdakwa Ratna Dewi Umar, di Pengadilan Tipikor, Jakarta Selatan (Kamis, 13/6).
“Sampai saat ini belum majelis,” jawab Ketua Tim Kaksa KPK, I Kadek Wirayana.
Nawawi kesal karena hampir semua keterangan yang disampaikan Sutikno bohong. Padahal, saksi lain yang notabenenya terlibat dalam proyek itu sudah mengakui jika mereka kerap berhubungan dengan Sutikno.
“Sidang ini sudah menghadirkan 16 saksi termasuk saudara saksi (Sutikno). Dari 15 saksi nama saudara selalu ada,” terang dia.
Karena itu, Hakim Nawawi meminta jaksa Kadek untuk mengkroscek kembali dokumen atau bukti-bukti yang telah dikumpulkan KPK dalam penyidikan untuk menjerat Sutikno menjadi tersangka dalam perkara itu.
“Jika anda memiliki dokumen sebagai alat bukti, maka dia bisa ditetapkan menjadi tersangka, kenapa tidak,” terang dia ke Jaksa KPK.
Hakim Ketua Nawawi lantas memperingatkan Sutikno agar tidak menyangkal semua isi BAP.
“Jangan sampai majelis hakim meminta memeriksa saudara karena memberikan keterangan palsu. Itu ada ancaman pidananya,” jelas dia.
Karena kondisi persidangan tidak mengalami kemajuan lantaran Sutikno selalu menyangkal BAP, membuat Hakim Ketua Nawawi terpaksa menghentikan sidang.
“Karena semua BAP disangkal saksi, dan demi kelancaran persidangan, kami sepakat menunda sidang sampai Senin pekan depan. Supaya tidak terus berkutat dengan pertanyaan dan materi BAP,” kata Nawawi.
Hakim Ketua Nawawi lantas meminta Jaksa Penuntut Umum menghadirkan penyidik yang memeriksa Sutikno, pada persidangan pekan depan.
“Kami perintahkan penuntut umum menghadapkan kembali saksi dan memanggil penyidik yang memeriksanya,” demikian Nawawi.(ald/rmol)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.