Balon DPD Gugat KPU Banten

SERANG, SNOL—Salah seorang bakal calon (Balon) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) RI dari daerah pemilihan (Dapil) Provinsi Banten, Togu Pardamean Tobing menggugat Komisi Pemilihan Umum (KPU) Banten beserta jajarannya. Penyebabnya, lembaga penyelenggara pemilu itu dianggap melakukan verifikasi faktual dukungan balon secara tidak benar sehingga menyebabkan dirinya dinyatakan Tidak Memenuhi Syarat (TMS).

Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Banten, Pramono U Tanthowi, Kamis (13/6) mengatakan,  pada Selasa (11/6) lalu pihaknya didatangi Togu Pardamean Tobing. Kepada Bawaslu, Togu menyatakan akan mengguggat KPU karena dianggap salah melakukan verifikasi yang membuat dukungannya berkurang hingga lebih dari 750 kartu tanda penduduk (KTP).

“Gugatan bersangkutan yang ditujukan ke KPU Provinsi Banten beserta jajarannya berkenaan dengan status dukungan. Karena dukungan hasil sampling hanya berjumlah 2.280 orang dari total persyaratan dukungan sebanyak 3.000 orang,” katanya.

Dalam pengaduan yang disampaikan kepada Bawaslu Banten, Togu Pardamean Tobing menyatakan menolak bila dukungan atas dirinya di Kabupaten Tangerang dinyatakan TMS. Pasalnya, belasan pendukung yang berada di wilayah itu tidak merasa diverifikasi KPU. “Balon itu menolak dinyatakan TMS karena, ditemukan 19 orang pendukung dari Kabupaten Tangerang yang merasa tidak didatangi atau diverifikasi oleh KPU Banten,” katanya.

Selanjutnya, Bawaslu akan meminta klarifikasi kepada panitia pemilihan kecamatan (PPK) yang bertugas melakukan verifikasi faktual di Kabupaten Tangerang tempat pendukung tersebut berasal. Proses klarifikasi terhadap pihak pelapor dan terlapor ini membutuhkan waktu sekitar tujuh hari. “Setelah proses klarifikasi dari kedua pihak selesai, Bawaslu akan mengkajinya untuk kemudian dihasilkan rekomendasi,” terangnya.

Sementara itu, berdasarkan berita acara hasil verifikasi administrasi dan faktual Balon DPD RI Dapil Provinsi Banten nomor  116/BA/VI/2013, dari 28 balon DPD, 16 dinyatakan TMS. Ke-16 balon yang dinyatakan TMS diantaranya  Muhsin sebanyak 2.840 dukungan, Abdurachman sebanyak 2.680 dukungan, Achmad Rusdi Arief sebanyak 2.360 dukungan, Odjat Sukardjat sebanyak 2.620 dukungan, Hanif Sobari sebanyak 2.730 dukungan.

Selain itu, TB Lucky Kaking hanya mendapatkan 2.590 dukungan, Gidion S Hutagalung sebanyak 2.820 dukungan, Roni Paslah sebanyak 2.210 dukungan, Gondo Radityo Gambiro sebanyak 1.790 dukungan, Togu Pardamean Tobing sebanyak 2.280 dukungan, Ahmad Sadeli Karim sebanyak 2.950 dukungan, Iwan Kurniawan sebanyak 2.660 dukungan, Gousta Feriza sebanyak 2.460 dukungan, Ahmad Imron sebanyak 2.920 dukungan, Akhmad Haris sebanyak 2.580 dukungan dan Badrudin sebanyak 1.960 dukungan.

Dihubungi melalui telepon genggamnya,Anggota KPU Provinsi Banten yang menangani DPD, Enan Nadia mengatakan, pihaknya telah mendapat tembusan dari Bawaslu, terkait adanya gugatan yang disampaikan oleh salah seorang balon DPD yang dinyatakan TMS. Langkah yang telah diambil oleh KPU Banten adalah berkoordinasi dengan KPU Kabupaten Tangerang. “Karena yang dipermasalahkan adalah dukungan di Kabupaten Tangerang,” jelasnya, kemarin.

Enan juga mengklaim verifikasi faktual yang dilakukan KPU Banten bersama-sama dengan KPU Kabupaten Tangerang dalam melakukan telah sesuai dengan ketentuan dan mekanisme yang diatur dalam Peraturan KPU Nomor 8 tahun 2013 tentang Pencalonan DPD. “KPU Kabupaten Tangerang saya meyakini telah melakukan tugasnya, apalagi mereka telah berpengalaman,” pungkasnya. (rus/enk/deddy/bnn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.