Harga Sembako Dianggap Masih Aman

TANGERANG, SNOL—Rencana kenaikan harga BBM yang rencananya akan diumumkam pada 17 mendatang belum berpengaruh terhadap kenaikan harga sembako di sejumlah pasar di Kota Tangerang. Demikian halnya dengan pasokannya yang dinilai masih mencukupi.“Stok sembako aman. Masih belum ada pembatasan atau yang lain. Makanya harga juga naiknya enggak banyak. Lagi pula belum ada pemberitahuan dari bos soal kenaikan harga. Jadi ada beberapa produk yang masih kita jual dengan harga lama,” terang salah seorang penjual Jole, Rabu (13/6). Menurutnya, hanya telur dan tepung terigu yang mengalami kenaikan cukup tinggi, yakni berkisar antara Rp 1.000-3.000.

“Paling telur saja yang agak naik, biasa jual Rp 17-18 ribu per Kg, sekarang sudah Rp 20 ribu. Sedangkan, untuk terigu biasa jual Rp 6,5 ribu sekarang Rp 7 ribu per kg.  Untuk minyak dan gula masih belum ada kenaikan. Harga masih normal,” tambah Jole.
Namun demikian dia memprediksi kenaikan harga BBM yang bertepatan dengan momentum jelang Ramadhan bisa memicu kenaikan harga bahan pokok menjadi cukup tinggi. Bahkan, disinyalir kisarannya bisa mencapai 30-35 persen. “Dari tahun ke tahun biasanya harga pasti naik kalau mau puasa dan Lebaran. Ditambah lagi sekarang, pemerintah mau naikin harga BBM. Pasti bisa gila-gilaan naiknya. Kemungkinan bisa tiga kali naik,” ujar pria yang sudah berjualan sembako selama 10 tahun tersebut.
Terpisah Kabid Perdagangan Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pariwisata Sudadi menjelaskan, hingga saat ini kuota dan pasokan sembako di Kota Tangerang masih tergolong aman. Selain itu, pihaknya juga selalu mengawasi harga jual di beberapa pasar tradisonal maupun pasar modern.
“Kalau dari data yang kami miliki serta hasil dari pantauan di lapangan jumlah pasokan sembako yang ada di Kota Tangerang relatif banyak. Jadi bisa dikatakan masih cukup aman, mengingat harga jual pun relatif stabil. Di samping itu, pengawasan harga juga rutin kami lakukan. Hal itu untuk terus memantau pergerakan serta tingkat kenaikannya. Yang nantinya akan langsung kami laporkan ke atasan,” jelasnnya.
Namun, hingga kini pihaknya belum perlu mengambil tindakan untuk melakukan sidak. Karena berdasarkan pantauan memang belum ditemukan pedagang nakal yang mencuri start atau menimbun barang dagangannya. “Kami akan mengambil langkah sidak jika memang hal tersebut sudah perlu dilakukan. Namun hingga kini masih belum ditemukan adanya indikasi kecurangan yang dilakukan oleh para pedagang. Karena memang kami rutin melakukan pemantauan di pasar. Kalau pun ada, nantinya kami akan langsung berkoordinasi dengan aparat setempat guna menangani kasus tersebut,” jelasnnya. (kiki/made)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.